RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG UTARA – Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, mengingatkan Dinas Pendidikan (Disdik) agar serius mendata sekolah-sekolah yang masih membutuhkan bantuan perbaikan.
Hal itu disampaikan setelah dirinya menemukan plafon ruang kelas di salah satu sekolah di Kecamatan Sumedang Utara yang kondisinya terancam ambruk. Fajar menegaskan, jangan sampai kembali muncul kasus viral terkait sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sumedang.
“Dinas Pendidikan harus memantau kondisi sekolah sehingga tidak ada lagi kasus yang viral terkait sarana prasarana pendidikan yang rusak,” tegas Fajar saat memantau kegiatan belajar di SMPN 2 Tanjungsari bersama Kepala Disdik Eka Ganjar Kurniawan, Kamis (28/8/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan kecil jangan dibiarkan hingga menjadi masalah besar. “Kalau ada kebocoran dan dibiarkan, dalam satu atau dua tahun kerusakannya akan semakin parah. Maka kalau anggaran di APBD murni tidak cukup, segera masukkan dalam RAPBD Perubahan,” ujarnya.
Sehari sebelumnya, Rabu (27/8/2025), Wabup Fajar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Rancapurut setelah menerima keluhan orang tua siswa terkait kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan dan sempat viral di media sosial.
“Alhamdulillah hari ini kita langsung cek ke lokasi bersama Pak Kadis. Insyaallah segera dibenahi. Ini menjadi teguran keras untuk Dinas Pendidikan. Jangan menunggu sampai viral baru ditangani,” katanya usai sidak.
Fajar menekankan, perbaikan sekolah harus dilakukan cepat tanpa menunggu sorotan publik. “No viral, no justice, itu yang tidak kita inginkan. Risiko harus dimitigasi sejak awal. Kalau ada kerusakan kecil, jangan dibiarkan. Apalagi ini menyangkut keselamatan siswa,” tambahnya.
Kepala Disdik Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, memastikan pihaknya segera menindaklanjuti temuan di lapangan. “Sesuai arahan Pak Bupati dan Pak Wabup, kami langsung melakukan kroscek di SDN Rancapurut,” katanya.
Ia menambahkan, rehabilitasi sekolah sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025. “Insyaallah akan dilakukan rehabilitasi. Anggarannya sudah tersedia. Kami juga berharap pihak sekolah ikut menjaga sarana dan prasarana,” pungkas Eka. (jim)






