RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Aparat gabungan TNI dan Polri menggelar patroli berskala besar di sejumlah titik strategis Kabupaten Sumedang pada Sabtu (30/8) malam. Langkah ini diambil sebagai antisipasi potensi meluasnya aksi demonstrasi yang belakangan berujung ricuh di beberapa daerah.
Eskalasi aksi massa dipicu insiden di Jakarta, Kamis (28/8), ketika seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob saat pengamanan demonstrasi. Kasus itu memicu gelombang protes di berbagai wilayah.
Di Sumedang, aparat menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan kerumunan massa, antara lain Jalan Prabu Gajah Agung, Bundaran Binokasih, Alun-alun Sumedang, Terminal Ciakar, ruas Tol Cisumdawu, Jalan Cadas Pangeran, hingga kawasan Jatinangor.
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, mengatakan patroli gabungan tersebut digelar sebagai upaya pencegahan.
“Operasi ini kami lakukan untuk memastikan situasi tetap aman, khususnya di jalur utama dan titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya massa,” ujarnya.
Dalam patroli, aparat juga memberikan imbauan langsung kepada warga, terutama kalangan muda, agar tidak terprovokasi dan menghindari aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga Sumedang tetap aman dan damai,” kata Sandityo. (gun)







