RADARSUMEDANG.id — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan rencana strategis menjadikan Kecamatan Jatinangor di Sumedang sebagai kawasan pendidikan yang dikelola secara bergilir oleh perguruan tinggi negeri. Ia menyebutkan, “Nanti dikelola oleh para rektor… tahun pertama Unpad, tahun kedua ITB, tahun ketiga IPDN,” saat diwawancarai usai acara silaturahmi APTISI di Gedung Sate, Bandung, Selasa (2/9).
Langkah ini adalah bagian dari visi jangka panjang agar Jatinangor bukan hanya dikenal sebagai lokasi kampus perguruan tinggi, tapi juga sebagai kawasan pelajar dan pusat akademis terpadu. Sejak 1987, kawasan ini memang sudah mulai menjadi pusat pendidikan dengan hadirnya Unpad yang merintis pembangunan kampus di lahan seluas 175 hektar.
Investasi pendidikan ini bahkan kian diperkuat oleh kehadiran kampus ITB Jatinangor, yang sejak tahun akademik 2023/2024 mulai menyelenggarakan program TPB (Tahap Persiapan Bersama) di kawasan tersebut. Menurut Direktur Kampus ITB Jatinangor, Prof. Agus Jatnika Effendi, langkah ini ditujukan untuk menciptakan atmosfer akademik baru dan mengurangi kepadatan di kampus pusat ITB Ganesha.
Tak hanya itu, Jatinangor juga telah menjadi pusat pendidikan bagi IPDN, institusi pemerintahan, sejak era 1990-an. Keberadaan IPDN melengkapi ekosistem pendidikan tinggi di kawasan ini bersama anak-anak kampus besar lainnya.
Pengembangan kawasan ini juga telah menjadi perhatian jangka panjang sejak pemerintahan Gubernur Ridwan Kamil. Ia bahkan pernah menyampaikan rencana penataan Jatinangor menjadi kota pelajar dengan infrastruktur pendukung seperti jalur kereta, alun-alun, fasilitas pemerintahan, hingga rumah sakit canggih yang semula ingin dipindahkan ke sana. (Net)







