RADARSUMEDANG.id – Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati menjadi sorotan penting di dunia kebijakan dan karier. Menariknya, Purbaya justru memiliki latar akademis dari Teknik Elektro ITB, bukan ekonomi. Namun, pengalaman lintas sektor yang ia miliki menegaskan bahwa jalur karier tidak harus sejalan dengan jurusan kuliah.
Selepas ITB, Purbaya mendalami ilmu ekonomi hingga tingkat doktoral di Purdue University, Amerika Serikat. Jejak akademisnya membentuk dasar pemikiran analitis yang kemudian ia terapkan dalam kariernya.
Karier profesionalnya dimulai sebagai field engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994), lalu beralih ke sektor riset ekonomi sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute. Ia kemudian berperan sebagai Chief Economist, Direktur Utama Danareksa Securities, hingga anggota dewan direksi Danareksa (Persero).
Tidak berhenti di sektor swasta, Purbaya juga merambah ranah pemerintahan sebagai staf khusus di berbagai kementerian strategis, kemudian menjadi Deputi Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Marves serta dipercaya memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020 — peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional saat pandemi.
Dengan pola perjalanan karier ini, Purbaya menjadi contoh nyata bahwa jurusan kuliah tidak mengikat arah karier—yang lebih menentukan adalah keberanian belajar baru, berpikir sistemik, dan membangun kredibilitas lewat hasil nyata.(Net)





