RADARSUMEDANG.id, KOTA – Puluhan guru dari MA Plus Al Munir Sumedang dan MAS Darussalam Sumedang mengikuti workshop pembuatan microsite yang digelar di kampus MA Plus Al Munir, Jalan Pager Betis, Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan, Sabtu (13/9/2025).
Workshop ini menghadirkan narasumber Ketua Pokjawas Bina Kemenag Sumedang, Drs. Adang, M.Pd.I. Kepala MA Plus Al Munir Sumedang, H. Budiman, S.Pd., MM, dalam sambutannya menegaskan kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital, terutama microsite, agar lebih efektif dalam mengelola data serta meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Microsite bisa menjadi solusi dalam berbagai kebutuhan. Selain untuk pengelolaan perangkat pembelajaran, juga bisa dimanfaatkan pengawas dalam kegiatan PKKM maupun pemantauan kinerja guru. Dengan microsite, pengawas bisa melakukan monitoring kapan pun dan dari mana saja,” ujar Budiman.
Drs. Adang, M.Pd.I., selaku narasumber menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital melalui microsite sangat penting di era pendidikan 4.0. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga harus adaptif dengan perkembangan teknologi informasi.
“Microsite membantu guru lebih tertib administrasi, efisien dalam berbagi dokumen, dan memudahkan supervisi dari pengawas madrasah,” ungkapnya.

Selama pelatihan, peserta dipandu membuat akun di situs S.id, memilih template microsite, menyesuaikan desain, hingga menautkan berbagai file pembelajaran melalui Google Drive. Beragam perangkat administrasi yang dapat diintegrasikan antara lain CP/TP/ATP, modul ajar, LKPD, rubrik penilaian, perangkat asesmen, Program Kerja Guru (PKB), absensi, LKH, LKB, hingga tugas tambahan guru.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi. Banyak guru yang langsung mencoba menyiapkan file administrasi untuk dihubungkan ke microsite masing-masing. Mereka menilai langkah ini praktis karena semua kebutuhan administrasi pembelajaran dapat diakses secara terpusat melalui satu link microsite.
Workshop diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Peserta diberi kesempatan mengonsultasikan kendala teknis maupun strategi pemanfaatan microsite di madrasah. Harapannya, setelah workshop ini guru-guru dapat mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar, sekaligus mendukung upaya digitalisasi madrasah di Kabupaten Sumedang.(Rik)






