RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Kecamatan Pamulihan menggelar Rembug Stunting sebagai forum musyawarah lintas sektor yang membahas pencegahan dan penanganan stunting, Senin (15/09).
Agenda tersebut melibatkan unsur pemerintahan, masyarakat, hingga tokoh lokal, dengan fokus menekan angka prevalensi stunting yang saat ini tercatat 8,2 persen.
Camat Pamulihan, Mamat Hady Saputra menegaskan, forum ini menjadi wadah untuk membangun komitmen bersama, meluruskan aksi, serta mengintegrasikan berbagai kegiatan pencegahan.
“Targetnya zero new stunting. Banyak pekerjaan yang bisa dilakukan bersama-sama untuk menekan angka stunting di Pamulihan,” ujarnya.
Hasil Rembug Stunting, lanjut Mamat, akan dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan desa dan ditindaklanjuti dalam RKPDes serta APBDes.
Proses diskusi juga dilakukan dalam kelompok-kelompok untuk mengurai persoalan secara mendalam, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan, kasus kehamilan di luar nikah, hingga pandangan keliru soal banyak anak banyak rezeki.
“Bahkan ada yang mengaitkan dengan faktor genetika. Tapi setelah rembug ini, kami targetkan tidak ada lagi stunting baru di Pamulihan,” kata Mamat.
Ia menambahkan, cita-cita jangka panjang adalah melahirkan generasi “Panca Waluya” atau generasi Jabar yang rajin, sehat, berbudi baik, benar, pintar, dan tangguh.
Sementara itu, Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemda Sumedang, Dian Sukmara, menyebut pencegahan stunting bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan amanat Allah SWT.
“Pemda Sumedang menyikapi masalah ini dengan berbasis Sumedang Puseur Budaya Sunda, agar nilai kesundaan tetap menjadi ciri dan cara dalam tata kelola kebijakan,” ujarnya.
Dian menekankan, setiap individu dan masyarakat memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga generasi.
“Cintai diri sendiri, sesama, negara, dan lingkungan. Salah satunya dengan memenuhi kebutuhan protein bagi ibu hamil dan anak menyusui,” tambahnya.
Forum Rembug Stunting dihadiri Forkopimcam Pamulihan, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta unsur media. Gelaran ini diharapkan menjadi tonggak mewujudkan Sumedang Simpati semakin maju menuju Indonesia Emas 2045. (tha)





