RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi meluncurkan Unpad ASEAN Scholarship bertepatan dengan kegiatan Unpad International Students Orientation 2025 di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (23/9).
Agenda ini juga diisi dengan kuliah tamu duta besar Seychelles untuk Afrika, H.E. Nico Barito.
Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita menegaskan, orientasi mahasiswa internasional tidak hanya menjadi acara akademik, melainkan juga sarana mempererat hubungan antarnegara.
“Kerja sama bangsa tidak hanya melalui politik maupun ekonomi, tapi juga lewat ilmu, budaya, dan pemahaman lintas budaya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Arief juga menekankan pentingnya isu ekonomi berkualitas, pertumbuhan berkelanjutan, pelayanan publik, serta kehidupan yang ramah lingkungan di era globalisasi dan transformasi digital.
Ia mendorong mahasiswa internasional agar memanfaatkan setiap peluang belajar di Unpad secara aktif.
Direktur Akademik Unpad, Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah, menyebut pada tahun akademik 2025/2026, kampus menerima 112 mahasiswa dari 27 negara. Mereka akan mengikuti berbagai program, mulai dari studi bergelar melalui beasiswa, pertukaran mahasiswa, hingga magang.
“Jumlah ini mencerminkan komitmen Unpad membangun komunitas akademik global,” ucapnya.
Sementara itu, dalam kuliah tamu berjudul Economic Quality: Sustainable Economic Growth, Goods, Services, and Overall Societal Well-Being, H.E. Nico Barito menekankan pentingnya membangun ekonomi berkualitas sebagai kunci keberlanjutan. Menurutnya, ukuran ekonomi bukan hanya soal pertumbuhan, melainkan kualitas yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga memperkenalkan konsep sustainalisme, yakni integrasi sosial, lingkungan, dan ekonomi dalam satu kesatuan nilai.
“Ekonomi dan lingkungan harus seimbang. Jika ekonomi merusak lingkungan, itu akan sulit. Tapi jika lingkungan tidak memberi manfaat bagi ekonomi, itu juga akan sulit,” tegasnya. (tha)





