PKS Jabar Buka “Rumah Besar”, Kang Rinso: Ratusan Pakar Diajak Urun Gagasan untuk Jawa Barat

oleh
Pimpinan PKS Jawa Barat bersama jajaran Dewan Pakar dan Dewan Penasehat yang baru dilantik, Minggu (6/9/2026) (@pksjabar)

RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Menghadapi kompleksitas persoalan Jawa Barat yang dihuni sekitar 51 juta jiwa dan terbagi dalam 27 kabupaten/kota, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat memilih tidak berjalan sendiri.

Partai berlambang bulan sabit kembar itu membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh, akademisi, profesional, hingga berbagai elemen masyarakat untuk ikut memberikan gagasan dan pemikiran bagi Jawa Barat.

Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelantikan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat tingkat Wilayah dan Daerah se-Jawa Barat di Bandung, Minggu (6/9/2026).

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Barat H. Ridwan Solichin, SIP., M.Si mengatakan, keterlibatan ratusan tokoh dari berbagai latar belakang merupakan bagian dari upaya PKS membangun organisasi yang terbuka terhadap partisipasi publik.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki persoalan yang sangat kompleks. Karakteristik masyarakat, kebutuhan, serta tantangan di setiap daerah tidak selalu sama sehingga membutuhkan perspektif dan keahlian dari banyak pihak.

“Kami ingin PKS menjadi rumah besar bagi seluruh kalangan di Jawa Barat, membuka ruang partisipasi publik yang seluas-luasnya dalam berdemokrasi. Kehadiran Dewan Pakar dan Dewan Penasihat adalah wujud nyata dari tekad itu,” ujar Kang Rinso, sapaannya.

Kang Rinso menilai, semakin banyak pihak yang terlibat dalam memberikan pemikiran, semakin besar pula energi yang dimiliki PKS untuk merespons berbagai persoalan masyarakat.

Ia mengungkapkan, antusiasme para tokoh dan profesional untuk bergabung bahkan masih terlihat menjelang pelantikan.

“Bahkan semalam masih ada yang ingin bergabung menjadi Dewan Pakar. Ini yang membuat kami bersyukur, Jawa Barat punya begitu banyak tokoh dan ahli yang mau berkhidmat. Makin banyak, makin bagus. Karena tantangan Jawa Barat memang butuh sebanyak mungkin tangan yang bekerja bersama,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat tidak boleh berhenti sebagai struktur organisasi maupun sekadar seremoni pelantikan.

Sebaliknya, mereka diharapkan benar-benar menjadi sumber gagasan, masukan, pengalaman, sekaligus solusi bagi perjalanan PKS dalam menjalankan pengabdian di Jawa Barat.

“Kami berharap para Dewan Pakar dan Dewan Penasihat tidak hanya hadir secara struktural, tetapi benar-benar memberikan gagasan, pengalaman, dan kepakaran yang dimiliki untuk ikut menjawab persoalan-persoalan di Jawa Barat,” tegasnya.

Menurut Kang Rinso, keterbukaan tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar PKS untuk terus memperluas partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Partai, kata dia, tidak seharusnya hanya menjadi ruang bagi kader, tetapi juga tempat bertemunya berbagai gagasan dari masyarakat.

“Kami membuka ruang bagi siapa pun yang memiliki kepedulian dan ingin berkontribusi. Jawa Barat terlalu besar untuk dibangun oleh satu kelompok saja. Dibutuhkan kolaborasi, gagasan, pengalaman, dan kerja bersama dari berbagai elemen masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW PKS Jawa Barat Iwan Suryawan yang akrab disapa Abah Iwan mengatakan, kompleksitas Jawa Barat memang tidak mungkin dihadapi dengan pendekatan biasa.

Ia menyebut keragaman pola perilaku dan kebutuhan masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi.

“Jawa Barat ini besar dengan pola perilaku dan kebutuhan yang sangat beragam. Kami sadar, kami tidak bisa mengerjakan ini semua sendirian. Untuk itu, kami membuka diri, menggandeng para ahli, akademisi, profesional, dan tokoh-tokoh berpengalaman yang mau berkhidmat bersama,” katanya.

Abah Iwan juga mengingatkan agar keberadaan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat tidak sekadar menjadi pelengkap organisasi.

Ia bahkan mengutip pesan salah seorang anggota Dewan Penasihat agar para tokoh yang telah dilantik tidak hanya dijadikan simbol.

“Jangan jadikan kami hiasan,” ujarnya mengutip pesan tersebut.

Menurut dia, para tokoh yang tergabung memiliki ilmu, pengalaman, dan energi yang besar sehingga harus diberikan ruang untuk berkontribusi secara nyata.

“Ilmu mereka banyak, energi mereka dahsyat. Maka berikan ruang, waktu, dan tempat bagi mereka untuk benar-benar menyalurkan amanah ini. Jangan sampai setelah dilantik, tukcing,” tegasnya.

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 15 orang Dewan Penasihat tingkat Wilayah dan 19 orang Dewan Pakar Wilayah resmi dikukuhkan.

Sementara di tingkat Daerah, terdapat 114 orang Dewan Penasihat dan 230 orang Dewan Pakar yang turut dilantik.

Para Dewan Penasihat berasal dari berbagai elemen, mulai kalangan keagamaan, kebangsaan, kemasyarakatan, kepemimpinan, kewirausahaan, hingga berbagai latar belakang lainnya.

Pelantikan Dewan Penasihat dipimpin langsung Ketua Dewan Penasihat DPP PKS Mustafa Kamal. Sedangkan Dewan Pakar dilantik Ketua Dewan Pakar DPP PKS Irwan Prayitno, mantan Gubernur Sumatera Barat dua periode sekaligus akademisi.

Usai pelantikan, para anggota Dewan Pakar dan Dewan Penasihat mendapatkan pembekalan melalui Training Orientasi Partai (TOP).

Sejumlah materi diberikan, di antaranya Bedah AD/ART PKS oleh MPP PKS Syamsu Hilal, Panduan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat oleh Ketua MPW PKS Jawa Barat Ridwan Solichin.

Pembekalan juga diisi materi bertajuk “Jawa Barat; Dulu, Kini, dan Masa Depan” yang disampaikan Ahmad Heryawan atau Kang Aher, Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013 dan 2013-2018.

Kehadiran jajaran pengurus pusat dalam proses pelantikan dan pembekalan tersebut menjadi penanda bahwa PKS menempatkan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat sebagai bagian penting dalam perjalanan organisasi, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi kontribusi para tokoh untuk ikut memikirkan masa depan Jawa Barat.(rik/net)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.