RADARSUMEDANG.id, JATINUNGGAL – PKBM Insan Motekar Jatinunggal menerima kunjungan studi tiru dari PKBM Banni Wahhab Jatinangor, Minggu (28/9) lalu. Kegiatan ini bertujuan memperkuat jaringan, berbagi pengalaman, serta memperkaya wawasan pengelolaan pendidikan non-formal dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kewirausahaan serta inovasi teknologi.
Sebanyak 20 peserta, terdiri dari warga belajar Paket C dan tutor PKBM Banni Wahhab, mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias. Mereka mendapatkan materi utama tentang Penumbuhan Agropreneur Muda melalui Inovasi Teknologi Hidroponik Sayuran yang disampaikan Dr. Ir. Kartib Bayu, M.Si., tutor PKBM Insan Motekar.
“Potensi hidroponik sebagai peluang usaha yang ramah lingkungan dan menguntungkan bagi generasi muda yang ingin terjun dalam dunia agropreneurship,” katanya.
Selain penjelasan teoritis, peserta juga berkesempatan praktik langsung di Green House untuk memahami penerapan teknologi hidroponik secara nyata.
Kepala PKBM Insan Motekar, Abdul Hamid, S.Pd., MM., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kunjungan tersebut menjadi wadah saling tukar ide dan pengalaman.
“Kami ingin kedua lembaga sama-sama memperoleh manfaat, sehingga kualitas pembelajaran, keterampilan warga belajar, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala PKBM Banni Wahhab, Rila Riswati, SE. Ia menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mengembangkan potensi generasi muda melalui pendidikan berbasis keterampilan.
“Banyak wawasan baru yang kami dapatkan dari kegiatan ini. Kami akan mencoba menerapkannya demi kemajuan warga belajar dan masyarakat,” kata Rila.
Camat Jatinunggal, Nurhayat, S.STP., yang turut hadir, mengapresiasi sinergi antar lembaga pendidikan non-formal. Menurutnya, kolaborasi PKBM sangat dibutuhkan untuk menghasilkan alumni yang mampu bersaing di bidang kewirausahaan dan inovasi teknologi.
“Kami mendukung penuh setiap inisiatif yang meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan dan diskusi mengenai peluang usaha hidroponik. Para peserta menilai teknologi tersebut ramah lingkungan sekaligus menjanjikan sebagai ladang usaha generasi muda.
Kunjungan studi tiru ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kerja sama berkelanjutan antara kedua PKBM, yang mampu memberikan dampak positif bagi warga belajar dan masyarakat melalui penguatan kewirausahaan berbasis inovasi teknologi pertanian modern. (tha)





