RADARSUMEDANG.id, SUKASARI – Maraknya kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di Jawa Barat, tidak menyurutkan langkah Yayasan Chera Cheby Solehudin untuk memperkuat komitmen pelayanan dengan menjamin kualitas makanan sehat dan aman bagi ribuan siswa.
Berlokasi di Desa Nangerang, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, program MBG yang dikelola oleh Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) Yayasan Chera Cheby setiap hari mendistribusikan MBG kepada 3.067 siswa terdiri dari siswa usia dini, dasar, dan menengah pertama.
Kepala SPPG, Mochammad Ganjar Abdul Jabbar mengatakan, sebanyak 47 pekerja yang terbagi dalam dua shift setiap hari terus berupaya menyajikan makanan yang sehat yang disukai penerima.
“Aktivitas dapur MBG dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan menekankan aspek kebersihan dan higienitas,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/10).
Ganjar menegaskan, meski letaknya jauh dari ibu kota kecamatan, fasilitas dapur MBG Sukasari dinilai representatif dengan sarana pendukung memadai.
“Kami punya dua mobil boks dan motor untuk distribusi, sehingga akses ke sekolah pelosok tetap terjangkau,” jelasnya.
Secara bertahap, lanjut Ganjar, pihaknya akan terus meningkatkan profesionalisme pengelolaan dapur MBG.
“Target kami adalah menjadikan dapur ini sebagai contoh pengelolaan MBG yang baik dan aman,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Chera Cheby Solehudin, Aceng Solehudin, menekankan pentingnya ketelitian dalam pengelolaan makanan.
“Kasus keracunan massal akhir-akhir ini menjadi barometer kewaspadaan kami. Prinsip kehati-hatian lebih kami tekankan, baik kepada chef, ahli gizi, maupun tim distribusi,” kata Aceng, Selasa (30/9).
Menurutnya, program MBG bukan sekadar menjalankan amanat Presiden Prabowo, tetapi juga ikhtiar membangun generasi sehat dan cerdas. Yayasan pun memperkuat pengawasan dengan pemasangan kamera CCTV di dapur, serta melakukan evaluasi kerja harian meski baru seminggu beroperasi.
“Kami ingin memastikan program ini berjalan tanpa kendala. Kualitas makanan adalah tanggung jawab kolektif seluruh tim,” tandasnya. (tha)







