RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Ribuan santri Pondok Modern Al-Aqsha, Cibeusi Jatinangor, tumpah ruah menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Selasa (30/9).
Meski diguyur hujan deras, semangat para santri tak surut dalam mengikuti rangkaian acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tablig akbar oleh Ust. H. Zikky Abdul Halim, M.Pd., serta penampilan religi dari Hj. Gitalis Dwi Natarina, S.Pd., M.Sos., atau yang akrab dikenal sebagai Gita KDI.
Ribuan santri, guru, dan masyarakat sekitar larut dalam lantunan sholawat dan tausiyah keislaman.
Kepala SMA Plus Al-Aqsha, Apip Hadi Susanto, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi di Pondok Modern Al-Aqsha menjadi momentum penting untuk memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi.
“Selain tablig akbar, para santri juga tampil dengan mengaji dan bersholawat. Meski hujan, semangat mereka luar biasa, bahkan rela memakai jas hujan sambil terus melantunkan shalawat,” ujarnya.
Menurut Apip, semaraknya kegiatan ini menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW.
“Suasana khidmat bercampur semarak menjadi ciri khas peringatan Maulid di pesantren kami yang selalu dinanti setiap tahun,” tambahnya.
Sementara itu, Gita KDI mengaku kedatangannya ke Pondok Modern Al-Aqsha berawal dari undangan langsung Pimpinan Pondok, Dr. KH. Mukhlis Aliyudin, M.Ag., yang juga merupakan dosen pembimbingnya di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
“Waktu saya mau bimbingan, Pak Kiai bilang, nggak usah bawa apa-apa, cukup hadir menghibur santri di acara Maulid. Jadi saya sekalian bersilaturahmi,” kata Gita.
Gita menambahkan, atmosfer pesantren mengingatkannya pada masa sekolah menengah di Cirebon. Wanita asal Garut ini pernah menjadi finalis Akademi Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2005 sebelum menekuni studi hingga jenjang S2 di UIN Bandung.
Peringatan Maulid Nabi di Pondok Modern Al-Aqsha kali ini kembali menegaskan peran pesantren sebagai pusat syiar Islam, pendidikan, dan kebersamaan bagi masyarakat. (tha)





