RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Upaya menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya mengonsumsi sayur untuk kesehatan tubuh terus digencarkan. Dapur SPPG D’Legend Cafe Jatinangor meluncurkan kampanye bertajuk Anak Indonesia Cinta Sayur ke sejumlah sekolah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Owner sekaligus Pimpinan Dapur SPPG Cikeruh D’Legend Cafe, Diajeng Diah Anggraeni, mengatakan, program tersebut lahir dari hasil evaluasi rutin bersama para guru penerima manfaat MBG.
“Kami menerima banyak masukan bahwa anak-anak kurang menyukai sayur. Dari situ kami berpikir bagaimana cara agar mereka lebih mencintai sayuran,” ujar Diajeng saat mengkampanyekan Anak Indonesia Cinta Sayur di SDN Mekarsari Jatinangor, Kamis (9/10).
Menurutnya, dapur MBG berkolaborasi dengan guru dan ahli gizi untuk memperkenalkan berbagai jenis sayuran dengan cara yang lebih menarik.
“Kami ubah pendekatannya jadi menyenangkan. Sayuran kami kenalkan lewat permainan dan gambar agar anak-anak tertarik. Tujuannya supaya mereka tidak lagi alergi terhadap sayur,” tambahnya.
Menurutnya, sosialisasi program Anak Indonesia Cinta Sayur telah dilakukan di 15 sekolah dasar di Kecamatan Jatinangor, salah satunya SDN Mekarsari Desa Sayang.
Diajeng berharap, program Anak Indonesia Cinta Sayur dapat diadopsi oleh dapur SPPG lainnya di Kabupaten Sumedang.
“Kami tidak hanya ingin berbisnis kuliner, tapi juga punya tanggung jawab moral menyadarkan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Kami siap berkolaborasi dengan puskesmas, ahli gizi, dan SPPG lain yang ingin ikut serta,” katanya.
Kepala Sekolah SDN Mekarsari, Robi Darmawan, mengapresiasi langkah ini karena dinilai berdampak positif terhadap kebiasaan makan para siswa.
“Dulu banyak siswa yang menolak makan sayur. Sekarang mereka mulai tahu manfaatnya dan lebih senang melihat sayuran,” ungkapnya.
Robi juga menilai dapur SPPG D’Legend Cafe memiliki standar kebersihan tinggi.
“Dapur sehat SPPG D’Legend Cafe luar biasa. Kami merasa aman dan percaya dengan makanan yang disajikan,” katanya.
Ia menambahkan, pihak sekolah rutin melakukan evaluasi menu bersama dapur MBG setiap bulan untuk menampung aspirasi guru dan siswa.
Hal senada diungkapkan Kepala SDN Jatinangor, Neng Rahmayanti. Ia menyebut, program ini baru pertama kali dilakukan di sekolahnya dan memberikan dampak nyata terhadap pola makan siswa.
“Anak-anak yang tadinya enggan makan sayur seperti toge, sekarang mulai menyukai. Walaupun belum semua, tapi ini sudah langkah besar,” ujarnya.
Neng menambahkan, keberhasilan program tidak lepas dari peran guru dan orang tua.
“Kami juga mengimbau para orang tua untuk ikut mendorong anak-anaknya agar lebih mencintai sayuran,” tandasnya. (tha)






