Calon Praja IPDN Asal Maluku Utara Meninggal Dunia Usai Apel Malam, Ini Penyebabnya!

oleh
Arief saat konferensi pers terkait meninggal calon Praja IPDN di Kampus IPDN, Jalan Raya Bandung–Sumedang, Jumat 10 Oktober 2025.

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Duka menyelimuti keluarga besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Seorang calon Praja (Capra) IPDN angkatan XXXVI asal Maluku Utara, Maulana Izzat Nurhadi (20), meninggal dunia pada Rabu (8/10) malam sekitar pukul 23.50 WIB usai mengikuti apel malam di lingkungan kampus IPDN Jatinangor.

Plt Wakil Rektor Bidang Hukum Kerjasama dan Kepegawaian IPDN Arief M. Edie mengatakan, sebelum meninggal, almarhum sempat mengikuti apel malam rutin yang digelar pukul 22.00 sebagai bagian dari kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar).

“Setelah apel, almarhum mengeluh lemas dan sesak nafas. Petugas langsung memeriksa dan membawanya ke Klinik Sehat Akademik (KSA). Setelah dicek kesehatannya, ia dirujuk ke RS Unpad dan meninggal dunia, Jenazah kemudian dibawa ke RSHS Bandung untuk pemulasaraan,” ungkap Arief saat jumpa pers di Aula VIP IPDN Jatinangor. Jum’at (10/10).

Dokter menyatakan penyebab kematian adalah henti detak jantung, tanpa ada riwayat penyakit jantung sebelumnya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda kekerasan. Jadi murni henti jantung mendadak, bukan karena tindak kekerasan,” jelasnya.

Arief menegaskan, sistem pendidikan di IPDN saat ini mengedepankan disiplin tanpa kekerasan. Selama kegiatan Diksar, seluruh calon praja hanya mengikuti latihan baris-berbaris (PBB) dan kegiatan fisik ringan yang berlangsung sejak 30 September hingga 14 Oktober 2025.

“IPDN sudah zero kekerasan. Calon praja belum berinteraksi dengan senior. Semua kegiatan masih ditangani oleh tim pelaksana Diksar yang dibantu unsur Polri dan tenaga medis yang selalu siaga,” tegasnya.

Jenazah Maulana telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kota Ternate Maluku Utara pada Kamis pagi. Sebelumnya, pihak IPDN telah menghubungi dan mendampingi keluarga almarhum.

“Orang tua sudah mengikhlaskan dan menolak dilakukan visum atau autopsi. Sesuai permintaan keluarga, jenazah kami antarkan langsung ke rumah duka,” kata Arief.

Arief menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya calon praja tersebut.

“Kami turut berdukacita. Semoga almarhum husnul khotimah. Ia adalah sosok penuh semangat yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan,” ucapnya.

Meski diliputi duka, pihak kampus memastikan program Diksar tetap berjalan dengan pengawasan ketat.

“IPDN berkomitmen memberikan santunan dan pendampingan kepada keluarga almarhum,” tandasnya (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.