RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Universitas Padjadjaran (UNPAD) kembali menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (10/10).
Tahun ini, program tersebut terasa istimewa karena melibatkan mahasiswa asing dari 16 negara.
Negara-negara yang ikut serta antara lain Jerman, Kazakhstan, Tanzania, China, Jepang, Korea, serta sejumlah negara lain dari kawasan Asia dan Eropa. Kehadiran mereka disambut meriah warga setempat lewat pertunjukan seni tradisional Sisingaan.
Acara pembukaan juga dihadiri Sekretaris Camat Jatinangor Endang Rohmayudi dan Danramil 1005/Jatinangor Kapten Inf. Nanang Kosasih.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNPAD, Dr. Kasno Pamungkas, S.S., Hum., menjelaskan, pelaksanaan KKN kali ini menjadi wujud perluasan pengabdian masyarakat UNPAD di tingkat internasional.
“KKN ini kami integrasikan dengan program internasional yang melibatkan lima perguruan tinggi di Indonesia serta mahasiswa asing dari 16 negara,” ujar Kasno.
Menurut Kasno, kolaborasi lintas negara ini menjadi bentuk soft diplomacy untuk memperkenalkan Desa Jatiroke di kancah global.
“Kami berharap mahasiswa asing dapat mengenalkan Jatiroke secara internasional melalui diplomasi budaya. Dengan begitu, potensi pariwisata dan budaya desa ini bisa semakin dikenal dunia,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan KKN ini tidak hanya fokus pada pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menggabungkan unsur edukasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Potensi Jatiroke, kata Kasno, sangat besar, terutama dalam wisata alam dan pertanian.
“Desa Jatiroke punya kekuatan di bidang kesenian dan pertanian. Salah satunya kopi lokal yang mulai dikenal dengan merek Kopi Gunung Geulis. Ini bisa jadi daya tarik wisata baru,” ujarnya.
Sebagai bagian dari program berkelanjutan, PPM FIB UNPAD juga tengah mengembangkan kawasan Teras Gunung Geulis sebagai destinasi unggulan desa wisata Jatiroke. Program ini telah berjalan tiga tahun dan diharapkan terus berkembang bersama produk lokal seperti Kopi Gugel (Gunung Geulis).
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini. Potensi wisata Jatiroke luar biasa, dan kami ingin desa ini tumbuh menjadi desa wisata mandiri,” kata Kasno.
Sementara itu, Kepala Desa Jatiroke Ulan Ruslan mengapresiasi kontribusi UNPAD yang dinilai memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa.
“Kami sangat bersyukur dengan kehadiran UNPAD. Banyak ilmu dan pengalaman yang kami dapat, terutama dalam mengelola potensi wisata dan seni budaya. Dengan KKN internasional ini, kami optimistis Jatiroke bisa mendunia,” ungkapnya.
Kegiatan KKN Internasional PPM UNPAD ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan. Beragam program pelatihan, pemberdayaan, dan kolaborasi lintas budaya antara mahasiswa lokal dan asing akan mewarnai aktivitas di Desa Jatiroke, Jatinangor. (tha)





