RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Isu soal pensiunnya H. Umuh Muchtar dari jajaran manajemen Persib Bandung akhirnya terbantahkan. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) itu menegaskan bakal tetap bersama Maung Bandung sampai kapan pun.
“Sampai kapanpun saya akan tetap di Persib, karena sudah mendarah daging,” tegas Umuh di hadapan para legenda Persib Bandung saat acara Fun Fishing Persib Legend di kediamannya, Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Minggu (12/10) lalu.
Pernyataan itu sekaligus menepis kabar yang menyebut dirinya akan mundur dari Persib. Menurut Umuh, Persib bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari hidupnya yang sudah menyatu selama puluhan tahun.
Acara tersebut juga menjadi ajang silaturahmi bersejarah bagi para mantan pemain Persib dari lintas generasi — mulai dari era 1960-an, 1980-an, hingga 2000-an. Sejumlah sosok legendaris hadir, di antaranya Emen Suwarman atau Guru Emen (86) dan mantan pelatih Persib, Indra Tohir (84).
Selain itu, turut hadir legenda seperti Ajat Sudrajat, Adeng Hudaya, Sobur, Iwan Sunarya, Sidik Jafar, hingga Djajang Nurjaman (Djanur).
Sebagai tuan rumah, H. Umuh Muchtar menyiapkan lima kwintal ikan mas untuk kegiatan mancing bareng dan sejumlah door prize menarik bagi peserta yang berhasil mendapatkan ikan induk maupun ikan merah.
“Acara ini bukan hanya hiburan, tapi ajang memperkuat silaturahmi. Selain alumni, juga hadir Bobotoh Persib,” ujar Umuh.
Suasana hangat makin terasa saat acara diisi dengan musik, pembagian hadiah, talk show, serta penyerahan penghargaan dari Persib Legend kepada H. Umuh Muchtar atas dedikasi dan perhatiannya terhadap Persib Bandung.
Tak hanya itu, tiga alumni Persib yang berkiprah di bidang akademik turut mendapat penghargaan, yakni Asep Somantri, Max Timisela (diwakili Dede Rosadi), dan A. Himendra Wargahadibrata (diwakili keluarganya).
“Ini luar biasa, karena baru kali ini alumni terbanyak datang ke tempat saya. Saya sangat bahagia melihat kebersamaan ini,” ujar Umuh sambil tersenyum.
Sementara mantan sekaligus pelatih Djajang Nurjaman mengaku bahagia bisa reunian para pemain persib bandung.
“Saat ini mungkin yang datang paling banyak dari angkatan 85-86. Yang lainnya ada yang sedang sakit atau tengah melatih klubnya,” ujar Djanur yang kini menjabat Direktur Teknik Persib.
Menurutnya, kegiatan reuni ini merupakan inisiatif untuk mempererat tali persaudaraan di antara mantan pemain Persib.
“Kita ingin silaturahmi ini terus berlanjut, dan ke depan diharapkan lebih banyak lagi alumni yang hadir,” imbuhnya. (tha).







