RADARSUMEDANG.id, RANCAKALONG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Rancakalong, Jumat (17/10) malam, menyebabkan tebing penahan tanah (TPT) setinggi enam meter dengan panjang sekitar 30 meter longsor. Material longsoran menutup seluruh badan Jalan Provinsi di kawasan Desa Sukasirnarasa, sehingga akses Sumedang–Subang terputus total selama lebih dari sembilan jam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Tanah bercampur batu besar menimbun seluruh ruas jalan provinsi yang juga menjadi jalur alternatif Bandung–Sumedang–Subang. Akibatnya, kendaraan tidak dapat melintas hingga Sabtu (18/10) pagi.
Tim gabungan dari BPBD Sumedang, TNI, Polri, Damkar, Forkopimcam Rancakalong, serta warga sekitar, langsung turun tangan mengevakuasi material longsor. Karena volume material cukup besar, alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.
Danramil 1006 Rancakalong, Kapten Inf Rudhi Prasetijo, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah, setelah kami lakukan pengecekan hingga lima kali di lokasi, tidak ditemukan korban. Kami juga memanggil warga sekitar untuk memastikan apakah ada tanda-tanda korban tertimbun, dan hasilnya nihil,” ujarnya di lokasi, Sabtu (18/10).
Ia menambahkan, akses jalan sempat ditutup sesaat setelah kejadian untuk mencegah risiko tambahan.
“Kami menunda kerja bakti semalam karena kondisi sangat gelap dan material longsor cukup berat. Baru pagi ini kami bisa bergerak maksimal setelah alat berat diturunkan,” tambahnya.
Menurutnya, TPT yang longsor diduga tidak dibangun sesuai standar konstruksi. Petugas juga mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat hujan deras kembali turun, karena potensi longsor susulan masih mungkin terjadi.
Setelah tertutup lebih dari sembilan jam, jalur provinsi tersebut akhirnya kembali bisa dilalui usai seluruh material disingkirkan dan jalan dibersihkan oleh petugas gabungan pada Sabtu pagi. (gun)





