RADARSUMEDANG.ID – Kondisi irigasi di Blok Colok, RT 01/07, Desa Cimalaka, Kecamatan Cimalaka sangat memprihatikan. Sebagian fisik irigasi yang sudah ambruk berdampak kerusakan di ruas jalan lingkungan dan sejumlah kolam ikan milik warga sekitar.
Jika hal ini terus dibiarkan, maka kerusakan lebih parah akan mengancam sejumlah fasilitas lainnya. Kepala Desa (Kades) Cimalaka, Dadang Suryana didampingi Wakil Ketua BPD Cimalaka, Agus menuturkan, sekitar 15 hektare sawah terancam kekeringan.
“Jika dibiarkan irigasi ini rusaknya bisa bertambah parah, mengancam sawah kekeringan seluas sekitar 15 hektar. Jalan juga terancam ambruk. Sekarang juga sebagian sudah ambruk, terancam ambruk sisulan,” jelas mereka.
Lebih parah lagi, sejumlah kolam ikan milik warga masyarakat sekitar juga terancam kekeringan, jika kerusakan irigasi itu bertambah parah. Kerusakan irigasi dimaksud berupa pergeseran tanah di sekitar saluran.
“Geseran tanah irigasi juga mengancam tiga unit rumah warga,” ucapnya. Warga masyarakat sekitar bersama Pemdes Cimalaka dan pemerintah kecamatan beserta unsur lainnya sudah melakukan gotong royong antisipasi terjadinya bencana yang lebih parah lagi.
Antisipasi dimaksud berupa membersihkan tumpukan sampah yang menumpuk di sekitar area irigasi. Petugas Dinas Pekerjaan Umum TR Kabupaten Sumedang dan UPTD Perairan Cimalaka Dinas PUTR juga sudah melakukan verifikasi pemeriksaan ke lokasi irigasi tersebut, baru baru ini.
“Rencananya mau ada renovasi oleh Dinas PU Sumedang. Alhamdulillah sudah dilakukan verifikasi pemeriksaan ke lokasi. Kami sangat apresiasi rencana perbaikan irigasi ini,” harap Agus.
Selama ini irigasi tersebut tidak tercatat di desa dan di kabupaten. Air irigasi bersumber dari Mata Air Cipanteuneun.
Pihaknya menyayangkan titik lokasi di Blok Colok dipakai pembuangan sampah oleh masyarakat dari mana saja yang tidak bertanggung jawab. “Usulan perbaikan ke PU perairan di ACC sekarang. Harapan kita segera tertangani karena berdampak dan banyak yang terancam kena bencana,” pungkasnya. (tri)






