RADARSUMEDANG.id, BANDUNG — Setelah dua dekade dikenal sebagai grup nasyid perjuangan, Shoutul Harokah kembali meneguhkan kiprahnya di panggung musik dakwah. Grup yang populer sejak tahun 2001-an ini resmi merilis single terbaru berjudul Al-Aqsha Haqquna di kanal YouTube mereka pada 15 Oktober 2025 pukul 15.15 WIB.
Tak menunggu lama, perilisan lagu tersebut langsung diikuti dengan rangkaian roadshow konser kemanusiaan bertajuk “Humanitarian Concert for Freedom”, sebagai bagian dari gerakan solidaritas memperingati dua tahun serangan di Gaza.
Konser perdana digelar di Gedung Kesenian Aryo, Kota Blitar, pada Minggu, 12 Oktober 2025, mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Antusiasme masyarakat begitu terasa, terlebih konser ini terbuka untuk umum dan mengusung semangat kepedulian terhadap rakyat Palestina.
Dari Blitar, perjalanan Shoutul Harokah berlanjut ke Batam, Kepulauan Riau, pada 19 Oktober 2025 dalam acara bertajuk “Batam Bersama Palestina – Jilid V”, hasil kolaborasi dengan Pemkot Batam dan LMI Batam. Acara dimulai sejak salat subuh berjemaah dan longmarch di Alun-Alun Engku Putri, Batam Center.
Salah satu personel Shoutul Harokah, H. Ridwan Solichin atau yang akrab disapa Kang Rinso, mengaku sangat terkesan dengan antusiasme ribuan masyarakat Batam menyaksikan konser sekaligus donasi untuk Palestina.

“Masya Alloh meski sempat diguyur hujan, semangat ribuan warga Batam tak surut. Mereka tetap bertahan, bernyanyi, berdonasi, dan bersuara untuk Palestina. Konser ini juga dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta menampilkan Rizal Armada bersama Shoutul Harokah,” ungkap Kang Rinso.
Setelah dari Batam, Shoutul Harokah dijadwalkan tampil di Kediri, pada Ahad, 26 Oktober 2025 bertempat di Graha Lila Semesta. Mengusung tema “Konser Kemanusiaan – Peringatan 2 Tahun Genosida Gaza: Dari Kediri untuk Palestina”, acara ini juga menghadirkan musisi Wawan Saktiawan.
Puncak tur konser akan digelar di kota kelahiran mereka, Bandung, pada 26 Oktober 2025 pukul 15.00 WIB di Hotel Savoy Homann, dengan tema “Rempug Peradaban dari Jawa Barat untuk Palestina”. Sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Jawa Barat KDM, dijadwalkan hadir dalam konser penutup tersebut.
Lebih jauh Kang Rinso, menuturkan tur ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan panggilan hati.

“Kami ingin terus mengingatkan umat bahwa Palestina bukan sekadar isu politik, tapi juga amanah kemanusiaan. Melalui nasyid, kami berharap pesan perjuangan itu tetap bergema di hati masyarakat Indonesia,” ujar Kang Rinso.
Lagu terbaru mereka, Al-Aqsha Haqquna, menjadi salah satu penampilan utama dalam setiap konser. Lagu ini didedikasikan untuk mengenang peristiwa Thufanul Aqsha pada 7 Oktober 2023, sekaligus sebagai seruan agar dunia tak melupakan perjuangan rakyat Palestina.
Shoutul Harokah yang kini digawangi oleh Cecep D. Hidayat, Rikrik Hartadi, Chandra Sukma Kelana Bakti Prawira, Usep Sugiatna, dan Ridwan Solichin, dikenal lewat karya-karya seperti Palestina Tercinta, Merah Saga dan masih banyak lagi lagu-lagu yang menjadi ikon semangat dakwah mahasiswa era 2001-an. Kini, dua dekade berselang, semangat itu kembali bergema dari panggung ke panggung di seluruh nusantara.(Rik)





