RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG – Meski berhasil menurunkan angka stunting menjadi 6,74 persen, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi agar kasus stunting tidak kembali meningkat.
Kepala Dinas Kesehatan, Dikdik Sadikin, mengungkapkan hasil analisis pihaknya menunjukkan masih terdapat faktor-faktor determinan yang berkontribusi terhadap kasus stunting di beberapa wilayah. Di antaranya, kebiasaan merokok di dalam rumah (89,70%), tidak memiliki jaminan kesehatan (44,94%), dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (10,41%).
Selain itu, kurangnya imunisasi (3,38%), penyakit penyerta (2,24%), cacingan (1,23%), tidak memiliki jamban sehat (1,08%), serta minimnya akses air bersih (0,84%), juga masih menjadi persoalan mendasar di lapangan.
“Faktor-faktor inilah yang akan menjadi fokus intervensi kami berikutnya,” ujar Dikdik.
Menurutnya, Dinas Kesehatan akan memperkuat program intervensi berbasis rumah tangga berisiko tinggi, serta memperluas kerja sama lintas sektor agar setiap faktor penyebab dapat diatasi secara spesifik.
“Penanganan tidak cukup di bidang kesehatan saja. Kami butuh dukungan dari Dinas Sosial, PUPR, PMD, bahkan tokoh masyarakat,” jelasnya.
Selain memperkuat kolaborasi, Pemkab Sumedang juga akan mendorong optimalisasi data digital Sigizi Kesga agar proses pemantauan tumbuh kembang anak bisa lebih akurat dan cepat.
“Data menjadi dasar semua kebijakan. Kami ingin pastikan setiap anak berisiko bisa segera terdeteksi dan tertangani,” katanya.
Dikdik menambahkan, upaya mempertahankan capaian ini juga harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam hal gizi keluarga dan pola asuh anak.
“Capaian ini bukan akhir, tapi awal dari komitmen baru. Kami ingin memastikan setiap anak Sumedang tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting,” tandasnya.
Dengan pendekatan konvergensi, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan masyarakat, Pemkab Sumedang optimistis dapat terus menekan angka stunting hingga di bawah lima persen dalam dua tahun ke depan.(jim)





