RADARSUMEDANG.id, DARMARAJA – Musim kemarau membuat permukaan air Waduk Jatigede surut. Akibatnya makam-makam keramat yang tergenang, kini kembali muncul.
Seperti yang terjadi di area Astana Gede, Cipaku, Desa Pakualam Kecamatan Darmaraja.
Juru pelihara Makam Cipaku, Ujang Suyatna, mengatakan, makam-makam keramat yang kembali muncul diantaranya makam Prabu Lembu Agung, putra dari pendiri kerajaan Sumedang Larang, Prabu Tadjimalela.
“Ini area pemakamannya Eyang Prabu Lembu Agung, putranya Eyang Prabu Tadjmalela, cikal bakal kerajaan Sumedang, yang berada di wilayah dulunya Desa Cipaku, sekarang Desa Pakualam,” kata Ujang, Kamis (30/7).
Pantauan di lokasi, beberapa makam bahkan tanahnya masih basah. Hingga Kamis siang, elevasi permukiman air Waduk Jatigede berada diketinggian 250,62 meter diatas permukaan laut.
“Ini baru sekitar sebulanan surutnya, makam kelihatan lagi. Bahkan itu yang dibawah tanahnya masih basah, karena kemarin (29/8) sore masih tergenang,” kata Ujang.
Meski tenggelam, sambung Ujang, saat air surut posisi batu-batu pada makam tidak berubah.
“Tidak ada yang berubah, cuman lumpur-lumpur yang masuk ke area makam saja yang dibersihin,” ucapnya.
Hingga saat ini ada empat makam keramat yang muncul kembali akibat musim kemarau. Diprediksi permukaan air Waduk Jatigede bakal semakin surut, menyusul kemarau yang masih berlangsung.
“Yang ziarah selalu ada, apalagi nanti bulan Maulid biasanya lebih ramai. Kalau tergenang lagi nanti ditandi pakai pelampung,” ujarnya. (gun)





