RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Inovasi pelayanan publik kembali lahir dari Kecamatan Tanjungsari. Melalui program JEMPOL LADIES atau Jemput Bola Layanan Adminduk bagi Disabilitas, Lansia, Miskin, dan Korban Bencana, Pemerintah Kecamatan Tanjungsari menghadirkan layanan administrasi kependudukan yang lebih inklusif dan berempati.
Program ini digagas langsung oleh Camat Tanjungsari, Agus Beni Triyadie, S.Sos., M.Si., sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang selama ini kesulitan mengakses layanan karena keterbatasan fisik, ekonomi, maupun kondisi pascabencana.
“Banyak warga yang ingin mengurus dokumen kependudukan namun terhalang jarak dan kondisi. Dengan Jempol Ladies, kami yang datang ke rumah mereka. Pelayanan harus bisa dirasakan oleh semua tanpa terkecuali,” ujar Agus Beni, Jumat (24/10).
Melalui Jempol Ladies, kata ia, tim gabungan dari kecamatan, perangkat desa, Disdukcapil, dan kader sosial turun langsung ke lapangan memberikan layanan administrasi kependudukan.
“Warga dapat mengurus perekaman KTP-el, Kartu Keluarga, Akta Lahir, hingga Akta Kematian tanpa perlu datang ke kantor kecamatan,” tambahnya.
Suasana pelayanan dibuat hangat dan bersahabat. Senyum ramah para petugas menjadi ciri khas yang melekat, sesuai semangat “ladies” — lembut namun sigap melayani.
“Tak hanya mengandalkan kerja lapangan, tim juga memanfaatkan teknologi digital sederhana dan gratis dari Google. Pendataan dilakukan melalui Google Form, hasil direkap otomatis di Google Sheet, dan jadwal pelayanan diatur lewat Google Calendar. Inovasi ini membuat pelayanan lebih cepat, transparan, dan mudah dipantau,” ujarnya.
Sejak diluncurkan, lanjut camat, Jempol Ladies telah membantu puluhan warga lansia dan penyandang disabilitas memperoleh dokumen kependudukan yang sah. Korban bencana pun kini lebih mudah mendapatkan dokumen pengganti tanpa harus mengurus ke kantor kecamatan.
“Program ini dinilai efektif mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem sekaligus memperkuat pelayanan publik yang inklusif di Kabupaten Sumedang,” ucapnya.
Dengan semboyan “Layanan Adminduk Tanpa Batas, Hadir untuk Semua,” Jempol Ladies menjadi simbol pelayanan publik yang humanis dan inspiratif. Pemerintah Kecamatan Tanjungsari berharap inovasi ini dapat direplikasi di kecamatan lain, bahkan di luar daerah.
“Kami ingin semangat Jempol Ladies menular ke seluruh lini pelayanan publik. Karena setiap senyum warga yang terlayani, itulah jempol terbaik bagi kami,” tutup Agus Beni dengan optimistis. (tha)







