RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Dalam rangka memperingati Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Santri Nasional 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pamulihan menggelar acara akbar di Lapangan Bola Desa Ciptasari, Sabtu (24/10).
Ratusan warga dan santri dari seluruh desa se-Kecamatan Pamulihan memadati lokasi acara. Seluruh badan otonom (banom) NU turut hadir memeriahkan kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan tersebut.
Acara diisi dengan tausiah agama oleh KH. Deden Iman Ghozali yang menyampaikan pesan tentang keteladanan Rasulullah SAW dan semangat perjuangan santri dalam menjaga keutuhan bangsa.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Pamulihan, Ustadz Ramli Masdari, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk syukur dan ajang memperkuat ukhuwah antarwarga NU.
“Peringatan Maulid dan Hari Santri ini menjadi momentum untuk meneladani perjuangan Rasulullah SAW dan semangat para santri dalam menegakkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.
Selain peringatan Maulid, kata ia, MWC NU Pamulihan juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan. Sebanyak 34 santri dan pelajar kurang mampu menerima beasiswa tahap kedua.
“Bantuan diperoleh dari hasil Koin NU dari warga Nahdiyin di Kecamatan Pamulihan yang dikelola oleh Lazisnu. Selain itu, dua pesantren di wilayah Pamulihan mendapat bantuan operasional sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan,” katanya
Menurutnya, MWC NU juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh NU yang dinilai berjasa dalam pengembangan organisasi dan dakwah di Kecamatan Pamulihan.
“Sebelum puncak acara, kegiatan juga dirangkai dengan Kirab Hari Santri dan ziarah ke makam para tokoh pendiri NU di wilayah Pamulihan,” ujarnya.
Ustadz Ramli berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
“Semoga kegiatan Maulid Akbar dan Hari Santri ini mampu menumbuhkan semangat cinta Nabi, memperkuat karakter santri, serta melahirkan generasi muda NU yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi untuk agama dan bangsa,” pungkasnya. (tha)







