RADARSUMEDANG.id, TOMO – Kawasan Jembarawangi, Kecamatan Tomo, ternyata menyimpan rekam jejak kehidupan purba yang menakjubkan. Dari hasil penelitian sementara, lapisan tanah di kawasan ini diperkirakan berusia sekitar dua juta tahun, masa ketika dinosaurus telah punah namun bumi masih dihuni satwa besar seperti Stegodon dan kuda nil purba.
Temuan tersebut kini tersimpan di Geo Site Museum Lembah Cisaar, yang menjadi pusat pelestarian warisan geologi dan paleontologi di Kabupaten Sumedang. Museum ini tidak hanya memamerkan fosil, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar, peneliti, dan masyarakat umum.
Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Sumedang, Moch. Budi Akbar, mengungkapkan bahwa hasil identifikasi awal menunjukkan keragaman fosil yang luar biasa di kawasan Jembarawangi–Darmawangi.
“Kami menemukan fosil Stegodon, rusa, badak bercula, kuda nil, babi hutan, hingga buaya air tawar dan buaya muara. Selain itu ada juga fosil laut seperti gigi hiu purba megalodon dan bulu babi,” jelasnya.
Menariknya, di beberapa lokasi ditemukan lapisan tanah yang bercampur cangkang kerang, menandakan bahwa kawasan ini pernah mengalami perubahan ekosistem dari daratan ke laut jutaan tahun lalu.
“Ini menandakan bahwa Sumedang pernah berada di wilayah pesisir atau bahkan di bawah laut. Bukti geologinya sangat kuat,” tambah Budi.
Budi menjelaskan, penelitian terhadap tinggalan purba ini masih terus dilakukan bersama sejumlah akademisi dan komunitas pecinta geologi. Ia berharap, ke depan Jembarawangi dapat menjadi pusat penelitian geologi Sumedang sekaligus destinasi wisata ilmiah yang menarik minat pelajar dan wisatawan.
“Dengan potensi yang besar ini, kita bisa menjadikan Jembarawangi sebagai laboratorium alam terbuka. Tidak hanya menjaga warisan sejarah bumi, tetapi juga mengedukasi generasi muda,” ujarnya.
Kepala Desa Jembarawangi, Fitriyani Dewi, juga menuturkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam menemukan fosil menjadi bukti kuat bahwa pelestarian warisan geologi bisa dilakukan secara partisipatif.
“Sebagian besar temuan awal justru dari warga. Mereka menyerahkan koleksinya agar bisa dirawat dan dipelajari di museum,” katanya.
Dengan kekayaan alam dan sejarah yang unik, Jembarawangi bukan hanya menjadi kebanggaan Sumedang, tetapi juga salah satu titik penting jejak bumi purba di Tatar Sunda.(jim)






