UNSAP Sumedang Gelar Wisuda ke-43, Targetkan Reputasi Nasional pada 2036

oleh
WISUDA : Sidang Terbuka Senat UNSAP dan STAI Sumedang dalam rangka Wisuda ke-43, tahun 2025.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Universitas Sebelas April (UNSAP) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sebelas April Sumedang menggelar Wisuda ke-XLIII di Graha Asia Plaza Sumedang, Rabu (5/11). Sebanyak 645 wisudawan resmi dikukuhkan pada prosesi tersebut yang dihadiri jajaran pimpinan UNSAP, STAI, dan Yayasan Pendidikan Sebelas April (YPSA) Sumedang.

Para lulusan berasal dari Fakultas Ilmu Budaya sebanyak 28 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 372 orang, Fakultas Teknologi Informasi 164 orang, serta STAI Sebelas April Sumedang.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UNSAP, Prof. Dr. H. Akadun, M.Pd., menegaskan bahwa wisuda kali ini menjadi momentum penting dalam memperkuat reputasi akademik kampus.

“UNSAP telah berkiprah selama 43 tahun dan resmi memperoleh izin pendirian dari pemerintah pada Juli 2021. Dalam perjalanannya, UNSAP terus menunjukkan perkembangan gemilang dengan berbagai prestasi,” ujarnya.

Akadun menuturkan, capaian yang diraih UNSAP tidak terlepas dari kerja keras seluruh civitas akademika, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

“Kami bertekad mewujudkan visi UNSAP memiliki reputasi nasional pada tahun 2036. Pencapaian ini adalah hasil dedikasi dan sinergi seluruh unsur kampus,” tambahnya.

Ia juga berpesan kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar dan terus memberikan kontribusi positif di masyarakat.

“Ilmu pengetahuan yang diperoleh harus menjadi energi perubahan. Teruslah berkiprah dan mengabdi di mana pun berada,” tuturnya.

Sementara itu, Pembina YPSA Sumedang, H. Mulya Suryadi, S.Pd., M.Kom., menambahkan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian baru bagi para lulusan.

“Hingga wisuda ke-43 ini, UNSAP dan STAI telah mencetak 28.332 alumni. Capaian ini patut disyukuri sebagai bukti kontribusi nyata UNSAP dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Mulya berharap, seluruh lulusan dapat mengamalkan ilmu yang didapat untuk membangun diri, keluarga, dan masyarakat.

“Ilmu tidak berhenti di ruang kuliah. Ilmu harus dihidupkan untuk memberikan manfaat,” pesannya.(gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.