Mahasiswa Unpad Kembangkan Patch Anti-Aging Alami Berbasis Alga Merah dan Buah Merah

oleh
Tim mahasiswa dari Fakultas Farmasi dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil menciptakan inovasi perawatan kulit alami yang ramah lingkungan. 
RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Tim mahasiswa dari Fakultas Farmasi dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil menciptakan inovasi perawatan kulit alami yang ramah lingkungan.
Mereka mengembangkan patch transdermal berbasis Nanostructured Lipid Carrier (NLC) dari kombinasi ekstrak alga merah (Haematococcus lacustris) dan minyak buah merah (Pandanus conoideus) yang berfungsi sebagai agen anti-aging alami.
Ketua tim penelitian Riefka Berliana Khoir mengatakan, penelitian didasari banyaknya produk anti-aging dipasaran mengandung bahan kimia.
“Banyak produk anti-aging di pasaran mengandung bahan kimia kuat yang bisa menimbulkan iritasi jika digunakan terus-menerus. Kami ingin menghadirkan alternatif yang alami, efektif, dan aman bagi kulit,” ujar Riefka.
Secara ilmiah, kata ia, alga merah mengandung astaxanthin, antioksidan alami dengan kekuatan hingga 100 kali lipat dibandingkan vitamin E. Sedangkan minyak buah merah asal Papua kaya akan karotenoid dan tokoferol yang berperan penting menjaga kesehatan kulit.
“Kedua bahan diformulasikan dengan teknologi NLC, sehingga zat aktif lebih mudah diserap dan bekerja optimal di lapisan kulit,” katanya.
Menurutnya, dari hasil pengujian, NLC yang dikembangkan memiliki ukuran partikel sekitar 550 nanometer, stabilitas tinggi (zeta potential -33,4 mV), dan aktivitas antioksidan kuat (IC50 sebesar 24 ppm).
“Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmasetika dan Teknologi Farmasi serta Laboratorium Sentral Unpad pada 7 Juli–22 Oktober 2025, dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ditjen Diktiristek melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kesehatan dan Gizi Masyarakat,” ucapnya.
Sementara, anggota tim Ais Verani Wulandari mengatakan, formulasi ini membuka peluang besar bagi pengembangan produk perawatan kulit alami berbasis nanoteknologi yang tidak hanya efektif, tetapi juga mengangkat potensi bahan alam Indonesia.
“Kami berharap inovasi ini dapat dikembangkan hingga tahap komersialisasi, sehingga menjadi solusi perawatan kulit yang efektif, aman, dan berkelanjutan,” ucapnya.
Selain itu, kata ia, inovasi ini mempertegas komitmen mahasiswa Unpad dalam mengoptimalkan kekayaan bahan alam Indonesia untuk mendukung industri kosmetik berbasis sains dan lingkungan.
Penelitian tersebut digagas oleh Riefka Berliana Khoir, Reyza Destiar Rosidi, Cantik Batrisyia Ali, Andi Salwa Karima, dan Ais Verani Wulandari, di bawah bimbingan Prof. Dr. apt. Iyan Sopyan, M.Si. Hasil uji menunjukkan kombinasi kedua bahan mampu meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit serta mengurangi pigmentasi akibat paparan sinar UV-A. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.