RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan di Jawa Barat. Melalui Program Pengabdian Masyarakat Skema Top Down Ketahanan Pangan Jawa Barat Tahun 2025, tim dari ITB menggelar Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Buah dan Sayur untuk Ketahanan Pangan di Kebun Pendidikan Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, pada Sabtu (26/10) lalu.
Kegiatan ini dipimpin oleh Husna Nugrahapraja, Ph.D., dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB dari Kelompok Keilmuan Genetika dan Bioteknologi Molekuler, bersama anggota tim Ujang Dinar H., SP., M.P. dan Michael Christopher.
Menurut Husna, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam budidaya buah dan sayur sebagai bagian dari program ketahanan pangan berbasis masyarakat.
“Kami ingin masyarakat mampu mengoptimalkan lahan pekarangan dan lahan tidur untuk produksi buah dan sayur secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dan desa,” ujarnya.
Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan. ITB berupaya mendorong penerapan teknologi budidaya yang efisien, ramah lingkungan, dan produktif.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi aplikatif dari para pakar ITB dan praktisi. Karlia Meitha, Ph.D. memaparkan prinsip dan aplikasi hidroponik pada budidaya sayur dan buah semusim, sementara Popi Septiani, Ph.D. menjelaskan sistem irigasi tetes pada tanaman sayuran.
Materi lain meliputi peran pupuk hayati untuk peningkatan produksi pertanian berkelanjutan serta success story agribisnis hidroponik yang disampaikan oleh Acep dari Wangunsari Farm, Bandung.
Praktik lapangan tentang teknik perbanyakan tanaman buah durian, mangga, dan alpukat dipandu oleh Dr. Ir. Eri Mustari, M.P., bersama Dr. Tati Kristianti, Tetep Ginanjar, S.P., M.Sos, serta mahasiswa pendamping Rizkia Putra Febriansyah, Bryan Syafiq Nugraha, Muhammad Fathoni Sofyan, dan Michael Christopher.
Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Haurngombong, Dadang, Sp.D.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Masyarakat kami mendapat pencerahan dan pengetahuan baru, terutama dalam budidaya tanaman buah dan sayur yang bernilai ekonomi tinggi,” ungkapnya.
Pelatihan ini berlangsung di bawah koordinasi Dr. Taufikurahman, Ketua Kebun Pendidikan Haurngombong ITB, dengan dukungan para dosen, staf, dan mahasiswa SITH.
Dengan pelatihan ini, ITB berharap dapat menumbuhkan semangat kemandirian dan ketahanan pangan berbasis lokal di Kabupaten Sumedang, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menuju pertanian berkelanjutan. (tha)






