RADARSUMEDANG.id, SUKASARI – Kemah Bakti Harmoni Beragama Saka Amal Bakti di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, resmi berakhir pada Minggu (23/11).
Sebanyak 4.900 anggota Pramuka dari madrasah aliyah negeri dan swasta se-Jawa Barat mengikuti kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Kegiatan resmi dibuka dengan penyematan tanda peserta, pelepasan burung merpati, penanaman pohon, serta penandatanganan Deklarasi Penguatan Ekoteologi Pramuka Saka Amal Bakti. Kemah ke-4 ini mengusung tema “Merajut Kebinekaan dan Merawat Persatuan dalam Bingkai Harmoni Menuju Indonesia Emas 2045.”
Ketua Panitia, K.H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa ribuan peserta berasal dari siswa madrasah, santri pesantren, serta sekolah-sekolah binaan Kementerian Agama, termasuk yang dibimbing Pembimas non-Muslim.
“Kegiatan ini menjadi ruang belajar untuk memperkokoh toleransi dan kerjasama antarumat,” ujarnya.
Dudu juga mengapresiasi dukungan tokoh-tokoh penting yang hadir, mulai dari Menteri Agama, pimpinan DPRD Jabar, unsur Forkopimda, ormas Islam, Kwarda Pramuka, akademisi, hingga para pembina dan orang tua siswa.
Ia menegaskan bahwa Saka Amal Bakti kini telah terbentuk di seluruh 27 kabupaten/kota di Jabar sehingga pembinaan karakter generasi muda dapat semakin terstruktur.
Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Saka Kwartir Nasional, hadir membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya harmoni sebagai fondasi masa depan bangsa.
“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang indah. Perbedaan bukan alasan untuk bertentangan, tetapi jembatan untuk tumbuh lebih dewasa,” ujarnya.
Menag juga mengingatkan peserta agar menjadi penyejuk di tengah derasnya ujaran kebencian di ruang digital. Ia menyebut kemah bakti sebagai wahana pembentukan karakter menuju Indonesia Emas 2045.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai kemah bakti merupakan bagian penting dari character building generasi muda di era digital.
“Anak-anak muda harus dibekali agar tidak mudah terpapar hoaks dan isu pemecah belah,” tegasnya.
Pemkab Sumedang, lanjut Fajar, akan terus mendukung kegiatan serupa karena sejalan dengan upaya membentuk generasi yang kuat secara mental dan karakter.
“Kami ingin anak-anak muda Sumedang tumbuh dengan nilai someah, cageur, bageur, bener, pinter, jeung singer,” ujarnya.
Fajar menutup dengan mengapresiasi kerja keras panitia dan berharap kegiatan ini memberi manfaat maksimal bagi seluruh peserta. (tha)






