Bupati Sumedang Lepas Dua Seniman ke Festival Internasional SIMA Malaysia 2025

oleh
Sesi latihan tari topeng dan wayang golek pimpinan seniman Sumedang Yayang Echa Iswanualim yang akan ditampilkan pada Festival of Music and Art (SIMA) yang digelar di Kuching, Malaysia, pada 12 Desember 2025 mendatang.

RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menerima kunjungan dua tamu istimewa di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (27/11/2025) sore. Mereka adalah seniman, budayawan, sekaligus sejarawan asal Prancis, Gabriel Laufer, serta dalang muda berbakat asal Sumedang, Yayang Echa Iswanualim.

Keduanya akan mewakili Indonesia pada Sarawak International Festival of Music and Art (SIMA) di Kuching, Malaysia, yang digelar 12 Desember 2025. Sebelum berangkat, mereka menyempatkan diri bertemu Bupati Dony di ruang kerjanya, Kamis (28/11/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Dony menyampaikan rasa bangga atas kiprah keduanya yang dinilai berkontribusi besar dalam pengembangan seni dan budaya, khususnya budaya Sunda.

“Sekarang ada seniman Sumedang yang kemarin tampil di Inggris dan sebelum berangkat selalu bersilaturahmi dengan saya. Kita bangga ada orang Sumedang yang menonjol di bidang seni budaya hingga bisa tampil di luar negeri. Dan kini, tanggal 12 Desember, diundang ke Malaysia,” ujar Dony kepada awak media.

Bagi Dony, sosok Gabriel Laufer bukanlah nama baru. Pada periode pertamanya menjabat, Gabriel pernah membawa gamelan Sumedang tampil di Paris dalam agenda kebudayaan yang digelar di Jakarta.

Karena itu, ia meyakini seni Sunda—terutama wayang golek dan tari topeng—memiliki daya tarik kuat dan bersifat universal.

“Mister Gabriel ini mengajar di Sekolah Prancis di Indonesia dan pernah menjadi konduktor dalam pertunjukan Universal Impressionniste Jakarta saat peringatan hubungan diplomatik Indonesia–Prancis. Ketika itu, Sumedang tampil dengan Gamelan Sari Oneng yang bermain bersama orkestra di bawah arahannya,” jelasnya.

Pada Festival SIMA nanti, Yayang Echa Iswanualim akan tampil sebagai dalang wayang golek sekaligus penari topeng. Menurut Dony, kehadiran Yayang di panggung internasional adalah kebanggaan bagi Sumedang.

Ia berharap undangan internasional yang terus datang dapat memperkuat posisi Sumedang sebagai puseur budaya Sunda di tingkat nasional maupun global.

“Ini tentu membawa nama baik Sumedang dan Indonesia. Sampaikan di sana bahwa Anda dari Sumedang, Jawa Barat. Mudah-mudahan membawa barokah sekaligus mempromosikan wisata dan investasi untuk Sumedang,” tuturnya.

Sementara itu, Gabriel yang fasih berbahasa Indonesia menjelaskan bahwa panitia SIMA meminta rekomendasi grup seni dari Indonesia, dan ia langsung mengajukan komunitas seni asal Sumedang.

“Saya ingat teman-teman di Sumedang. Ada dalang muda yang sangat aktif dan berbakat, serta Sanggar Puspa Karima yang energinya luar biasa,” ujar Gabriel.

Ia menilai seni Sunda memiliki kekuatan emosi yang kuat. “Pertunjukan ini indah, penuh energi, dan menggugah. Warisan budaya Jawa Barat ini pasti disukai karena keindahan dan karakternya. Regenerasinya juga bagus, banyak anak muda terlibat,” tambahnya.

Bahkan, ia membandingkan emosi dalam seni Sunda dengan orkestra simfoni Barat. “Saat melihat gladi bersih tadi, rasanya seperti mendengar orkestra simfoni yang penuh keindahan dan emosi,” tuturnya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.