RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG UTARA – Arus kendaraan di Jalan Tol Cisumdawu masih bisa melintas meski hanya melalui satu lajur, menyusul terjadinya longsor tebing di KM 176–177 wilayah Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara.
Dari pantauan udara, material longsor terlihat menutup saluran air di sekitar lokasi. Pengelola tol, PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), telah melakukan pembersihan awal dengan menyingkirkan tumpukan tanah di bahu jalan. Satu unit ekskavator juga disiagakan untuk mempercepat penanganan.
Sebagai langkah pengamanan, lajur dari arah Bandung menuju Cirebon dipersempit dan seluruh kendaraan dialihkan ke lajur cepat.
Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, menyampaikan bahwa penanganan cepat telah dilakukan sejak Jumat sore oleh tim gabungan dari CKJT, BPBD, dan unsur lainnya. Menurutnya, longsor sempat menutup saluran irigasi sehingga air meluap ke badan jalan.
“Air sempat meluber karena aliran tertutup material tanah. Namun setelah alat berat diturunkan, aliran kembali normal,” ujar Awang saat ditemui di Mapolres Sumedang, Selasa (9/12).
Ia menambahkan, petugas kepolisian bersama Satlantas dan Kapolsek Sumedang Utara telah memasang papan peringatan dan rambu tambahan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Hingga kini, kondisi lalu lintas di lokasi terpantau lancar.
“Kemarin saya juga melintas, kondisi jalan sudah kering,” katanya.
Polres Sumedang mengimbau para pengemudi agar berhati-hati, terutama saat hujan lebat mengingat curah hujan di kawasan tersebut masih tinggi. Pengendara juga diminta tidak memaksakan kecepatan di atas batas yang ditentukan.
“Kalau hujan besar, lebih baik cari tempat aman. Ruas Tol Cisumdawu ini memang rentan longsor atau pergeseran tanah. Selain itu, pengguna jalan jangan sampai melampaui batas kecepatan maksimal,” tuturnya.
Sementara itu, PT CKJT memastikan ruas Tol Cisumdawu KM 176 A kini dalam kondisi aman dan layak dilalui.
Direktur Utama PT CKJT, Agustinus Sudrajat, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah penanganan cepat dan terkoordinasi untuk memastikan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga fungsi infrastruktur tetap optimal.
“Penanganan meliputi identifikasi dan evaluasi sistem drainase, mulai dari buangan sumur bor hingga saluran outlet, untuk memastikan tidak ada hambatan aliran air yang dapat memicu longsor susulan. Perbaikan saluran dan survei geolistrik juga telah dilakukan sesuai standar teknis dan prosedur keselamatan,” jelas Agustinus dalam keterangan persnya.
Ia menambahkan bahwa keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan merupakan prioritas utama. “Pasca kejadian tersebut, kami langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase. Dengan langkah yang sudah dilakukan, Tol Cisumdawu saat ini dinyatakan aman dilalui,” ujarnya.
CKJT juga terus melakukan pemantauan lapangan secara berkala, terutama di titik-titik yang memiliki potensi risiko, mengingat curah hujan masih tinggi. Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan struktur jalan tetap andal dan bertahan dalam jangka panjang.
“Kami mengimbau seluruh pengguna Tol Cisumdawu agar tetap berhati-hati, mematuhi rambu, dan mengikuti arahan petugas. Saat hujan sedang hingga lebat, disarankan menjaga kecepatan rata-rata 70 km/jam,” pungkasnya. (gun)







