RADARSUMEDANG.id, KOTA – Dua orang siswi kelas X SMK Informatika Sumedang, kritis setelah mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak tembok rumah warga di ruas Jalan Cilipilung–Kareumbi, Lingkungan Cilipung RT 01 RW 15, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan, Senin (22/12) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kedua korban diketahui berboncengan sepeda motor dan diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun sebelum tikungan tajam. Akibatnya, sepeda motor yang dikendarai korban menabrak tembok rumah warga.
Korban masing-masing bernama Putri Aulia Syabila (15) dan Geitsa Kamilya (15). Keduanya ditemukan tergeletak bersimbah darah di lokasi kejadian dan langsung ditolong warga sekitar untuk dibawa ke RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang guna mendapatkan perawatan medis.
Saksi mata sekaligus pemilik rumah yang tertabrak, Sudrajat, mengaku mendengar suara benturan keras dari arah luar rumahnya.
“Pas buka pintu sudah tergeletak di sini. Korbannya dua orang berboncengan, anak sekolah SMK Informatika. Ini darah semua,” ujar Sudrajat.
Warga menduga, sepeda motor Honda Beat bernomor polisi Z-4759-AAL yang dikendarai korban mengalami rem blong saat melaju di jalan menurun. Itu diperkuat dengan tidak adanya tanda-tanda pengereman di lokasi kejadian.
Sebelum kecelakaan terjadi, kedua korban sempat berteriak hingga akhirnya menabrak tembok rumah warga.
“Blong rem, matic kalau panas remnya bisa blong. Ini jalannya menurun dari atas. Ada teriakan awas-awas dari atas sebelum menabrak,” imbuhnya.
Sudrajat menambahkan, lokasi tersebut kerap menjadi tempat terjadinya kecelakaan, khususnya yang melibatkan sepeda motor jenis matik.
“Bukan sekali ini saja terjadi kecelakaan, sering, sekarang yang paling parah,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun Radar Sumedang, satu korban atas nama Geitsa meninggal dunia di rumah sakit. Sementara Putri masih menjalani penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang.
Sementara itu, petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Sumedang telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan sepeda motor korban, serta meminta keterangan sejumlah saksi dan mengecek kondisi korban di rumah sakit. (gun)







