RADARSUMÈDANG.id— Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan, di tahun 2026 terus berupaya menyelesaikan persoalan jalan rusak yang berada di wilayah perbatasan Sumedang bagian utara dan timur. Kendati Pemda harus prihatin terhadap bayang-bayang pemangkasan TKD (transfer keuangan daerah) dari pemerintah pusat di tahun ini.
Dikatakan saat ini progres perbaikan jalan rusak sudah mencapai 90 persen, dengan target tahun 2027 semua jalan diperbaiki.
“Untuk di Blok Haurpapak di Surian, Desember kemarin kami perbaiki ternyata setelah diteliti lagi tanahnya masih labil karena ada air di dalam. Kemudian izin untuk pengalihan jalan yang masuk kawasan perhutani, ini masih melihat situasi kondisi saat ini. Karena itu merupakan areal hutan,” kata Bupati Dony pada sesi Coffe Morning bersama insan pers di Gedung Negara Rabu (31/12/2025) kemarin.
Selain itu dirinya juga mengungkapkan bagaimana memperjuangkan akses jalan di Lingkar Bendungan Sadawarna yang sebagian masuk wilayah Surian.
Pasalnya hingga saat ini, akses jalan di Lingkar Sadawarna masih jauh dari harapan Pemda.
“Waktu itu saya melintas ke lingkar Sadawarna, kerusakan jalannya parah dan miring beberapa derajat. Saya sampai video call langsung ke BBWS Citarum, saya tunjukkan kondisi jalannya yang ekstrim. Alhamdulilah akan ada perbaikan sementara yang selanjutnya di tahun 2026 juga ada perbaikan permanen,” ungkap Dony.
Termasuk untuk ruas jalan kabupaten Ujungjaya-Conggeang, Dony memastikan sudah ada kabar baik untuk tahun 2026.
“Ujungjaya Conggeang sudah keluar izinnya. Bahkan dari Kementrian Keuangan juga sudah disetujui, karena multi years dan sudah pemenang tender,” ujarnya.
Lebih lanjut untuk akses jalan yang berbatasan dengan kabupaten Indramayu di Kecamatan Buahdua dipastikan sedang berproses.
“Burujul sanca sudah ada anggarannya, dan itu merupakan jalan invest daerah sehingga lebarnya harus 6 meter. kan tetapi, ternyata kanan kiri jalan juga merupakan tanah kehutanan sehingga kita harus izin lagi. Tapi saya kan upayakan semaksimal mungkin,” terang Dony.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada insan pers atas perannya dalam mendukung keterbukaan informasi publik sekaligus mengawal jalannya pembangunan di Kabupaten Sumedang.
Menurutnya, Wartawan adalah mitra yang sangat strategis bagi pemerintah yang sama-sama memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Yang mana selama ini sejak periode pertama sampai periode kedua dapat bermitra dengan insan pers yang selama ini dinilainya konsisten mengedepankan objektivitas, analisis yang tajam, serta sikap kritis yang konstruktif, dengan tetap mengutamakan kepentingan daerah.
“Di era sekarang, masyarakat menuntut kecepatan informasi yang diiringi dengan keakuratan data. Kebijakan, program, dan kegiatan Pemerintah Kabupaten Sumedang dapat tersampaikan kepada masyarakat berkat peran penting rekan-rekan jurnalis. Tanpa jurnalis, apalah artinya kami jika tidak dijembatani kepada publik,” tukas Dony.
Ia menambahkan, kritik dari insan pers merupakan bagian penting dalam proses perbaikan kinerja pemerintah daerah.
Pasalnya, kritik yang disampaikan secara objektif justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
“Dalam menilai suatu kebijakan atau program, perlu melihat prosesnya secara utuh, yakni before and after. Penilaian yang objektif dimulai dari memahami kondisi awal, kemudian melihat hasil yang dicapai. Dari sana, lahir masukan yang membangun dan dapat memotivasi kami maupun masyarakat untuk terus meningkatkan kinerja,” jelasnya. (jim)





