Proyek Mini Soccer Telan Korban Jiwa, Ini Empat Pekerja yang Meninggal

oleh

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Kecelakaan kerja tragis terjadi dalam proyek pembangunan lapangan mini soccer di kawasan Shakghan Butik, Dusun Wates RT 01 RW 01, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dan mengakibatkan empat orang pekerja meninggal dunia.

Insiden bermula saat para pekerja tengah mengerjakan pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) sebagai bagian dari proyek mini soccer. Secara tiba-tiba, terjadi longsor tanah dari tebing setinggi kurang lebih enam meter yang langsung menimpa para pekerja di bawahnya.

Berdasarkan data di lapangan, proyek tersebut berdiri di atas lahan milik Irvan Muhammad Ali, warga Jakarta Selatan. Saat kejadian, sebanyak delapan pekerja berada di lokasi, terdiri dari buruh harian dan seorang mandor.

Empat pekerja dinyatakan meninggal dunia, masing-masing bernama Evan, Ujang, Ade Hilir, dan Heri. Seluruh korban merupakan buruh kuli, sebagian besar berasal dari wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung, dan Desa Cisempur, Jatinangor.

Sementara itu, empat pekerja lainnya berhasil selamat, yakni Dian, Ahmid, Dahlan selaku mandor proyek, serta Wawa. Para korban selamat langsung dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (RS Unpad).

Saksi mata di lokasi, Lili, menuturkan bahwa sebelum longsor terjadi, tanah yang diinjak terasa bergeser. Beberapa pekerja saat itu tengah menggali tanah di bagian bawah tebing. Tak lama berselang, longsoran besar pun terjadi dan menimbun para korban.

Keterangan serupa disampaikan Dahlan, mandor proyek. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan pembuatan pondasi sudah dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, tanah di sekitar area proyek mendadak longsor dan menimbun enam pekerja yang berada di bawah.

Mendapat laporan kejadian tersebut, aparat gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Wakapolres Sumedang Kompol Sungkowo, Basarnas Jawa Barat, Tim SAR Brimob Polda Jabar, BPBD Kabupaten Sumedang, hingga petugas medis dari Puskesmas Cisempur.

Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat kondisi tanah yang labil. Hingga Jumat sore, satu jenazah korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS AMC Cileunyi. Sementara tiga jenazah lainnya masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan.

Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut, termasuk aspek keselamatan kerja dan kondisi geografis lokasi proyek.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, khususnya pada proyek konstruksi yang berada di kawasan rawan longsor.(rik)

No More Posts Available.

No more pages to load.