Proyek Mini Soccer di TKP Longsor Ternyata tak Kantongi Berizin

oleh
GARIS POLISI : Garis polisi terpasang di TKP longsor tebing di Desa Cisempur, Jatinangor, Jumat (2/1). Insiden yang menewaskan empat orang pekerja ini diselidiki Satreskrim Polres Sumedang.

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebut proyek pembangunan mini soccer yang menjadi TKP longsor di Desa Cisempur Kecamatan Jatinangor, tidak berizin. Hal tersebut disampaikan Dony saat meninjau lokasi longsor yang menewaskan empat orang pekerja tersebut.

“Saya sudah cek, longsor ini akibat pembangunan mini soccer. Saya sudah cek ke DPTMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu) bahwa pembangunan ini tidak ada izinnya,” kata bupati.

Oleh karena itu sambung Dony,Pemkab Sumedang bakal melakukan penutupan proyek tersebut.

“Tentunya akan kami kawal sesuai peraturan perundang-undangannya. Sesuai aturan tentunya kalau tidak berizin akan ditutup,” imbuhnya.

Bupati menuturkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat delapan pekerja di lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, empat orang meninggal dunia, dua pekerja berhasil diselamatkan dari timbunan, sementara dua lainnya lolos saat longsor terjadi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan kerja ini. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.

Bupati juga memastikan bahwa seluruh korban yang tertimbun telah berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Korban selamat saat ini telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Cisempur dan RS Universitas Padjadjaran.

“Alhamdulillah, proses evakuasi sudah selesai dan seluruh korban telah ditemukan. Saya mengapresiasi kerja cepat dan kerja keras seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD Provinsi, Satpol PP, relawan, hingga masyarakat setempat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di wilayah dengan kondisi geografis rawan.

“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua. Walaupun takdir berada di tangan Tuhan, ikhtiar keselamatan harus menjadi prioritas. Setiap pekerjaan, khususnya di lokasi rawan longsor, wajib mengikuti standar keselamatan dan aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Bupati Dony juga meminta jajaran terkait untuk melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas pembangunan di daerah rawan bencana, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Sementara itu proses evakuasi semua korban longsor baru selesai sekira pukul 19.09 WIB. Garis polisi dipasang guna kepentingan penyelidikan oleh Satreskrim Polres Sumedang. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.