RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Bencana tanah ambrol yang terjadi di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, beberapa waktu lalu menewaskan empat orang dan melukai dua lainnya.
Tragedi tersebut menyisakan duka mendalam sekaligus keprihatinan banyak pihak. Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, pemilik lahan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.
Santunan diserahkan langsung kepada ahli waris korban, sekaligus disertai perhatian penuh sejak awal peristiwa terjadi.
“Ini bentuk tanggung jawab saya langsung kepada para korban,” ujar pemilik lahan Abas Afandi saat ditemui di Desa Cisempur, Selasa (6/1).
Abas menjelaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang santunan sebesar Rp50 juta untuk setiap keluarga korban. Tetapi juga menanggung biaya kadeudeuh hingga tujuh hari wafatnya korban.
“Kami memastikan seluruh biaya pendidikan anak-anak korban akan ditanggung hingga jenjang sekolah menengah atas (SMA), langkah ini diambil sebagai wujud tanggung jawab moral dan kemanusiaan,” katanya.
Sejak kejadian longsor, Abas mengaku secara rutin mendatangi rumah para korban untuk memastikan seluruh kebutuhan keluarga terdampak dapat terpenuhi. Bahkan, ia turut mengantarkan jenazah korban hingga ke tempat peristirahatan terakhir.
“Semoga dengan apa yang saya berikan setidaknya bisa mengurangi beban keluarga korban,” katanya.
Abas juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia berharap para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Ini musibah yang tidak kita duga. Semoga amal ibadah para korban diterima, dan kita semua selalu diberikan keberkahan serta keselamatan. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” ucapnya.
Sementara itu, bencana longsor di Cisempur masih menyisakan duka bagi warga setempat. Pemerintah desa bersama pihak terkait hingga kini terus melakukan pendataan serta pendampingan terhadap keluarga korban dan warga terdampak lainnya. (tha)







