Pokjawas Madrasah Sumedang Perkuat Implementasi KMA 1503/2025 lewat Workshop Daring

oleh
Ketua Pokjawas Madrasah Kabupaten Sumedang, Adang, S.Ag., M.Pd.I. saat memaparkan materi

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kabupaten Sumedang menggelar Workshop Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM) bagi kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah se-Kabupaten Sumedang.

Workshop dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting selama dua hari, Rabu–Kamis, 7–8 Januari 2026, dan diikuti oleh para peserta dari ruang kerja masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan satuan pendidikan madrasah dalam menerapkan kebijakan kurikulum terbaru Kementerian Agama.

Kegiatan dibuka secara resmi pada Rabu (7/1/2026) dengan rangkaian acara pembukaan yang diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Ketua Panitia, serta arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang sekaligus membuka workshop.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana, S.Ag., M.A., dalam arahannya menegaskan bahwa KMA 1503 Tahun 2025 merupakan kebijakan strategis yang menempatkan nilai-nilai cinta, kemanusiaan, dan kedalaman pembelajaran sebagai fondasi pendidikan madrasah.

Ia menekankan pentingnya peran kepala madrasah, guru, dan pengawas dalam memastikan kebijakan tersebut tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik pembelajaran di kelas.

Pada hari pertama, peserta menerima materi Kebijakan Pendidikan Madrasah dari Kementerian Agama yang disampaikan oleh Dr. Dadan Rahadian, S.Ag., M.Si., selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumedang. Materi tersebut mengulas arah kebijakan pendidikan madrasah serta tantangan implementasi kurikulum ke depan.

Sesi berikutnya diisi dengan pembahasan Bedah KMA 1503 Tahun 2025 yang disampaikan oleh Ketua Pokjawas Madrasah Kabupaten Sumedang, Adang, S.Ag., M.Pd.I. Dalam paparannya, ia menjelaskan substansi kebijakan, prinsip dasar Kurikulum Berbasis Cinta, serta pergeseran paradigma pembelajaran menuju pembelajaran yang lebih bermakna dan mendalam.

Materi selanjutnya membahas Konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM) yang disampaikan oleh Drs. Nurjaman, M.Pd., selaku Sekretaris Pokjawas Madrasah Kabupaten Sumedang. Materi ini menekankan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga penguatan karakter, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Guru guru MA Plus Al Munir Sumedang mengikuti workshop daring bersama sama di ruang guru

Sementara itu, pada hari kedua, Kamis (8/1/2026), workshop difokuskan pada praktik implementasi KBC dan PM dalam kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler di berbagai jenjang madrasah, mulai dari Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan gambaran praktik baik di masing-masing jenjang, di antaranya Dr. Nanin Apriani, Hj. Edah Haryati, M.Si., Uus Jamhuri, M.Pd., Ikin S., S.Pd.I., Zaenal Mashudin, M.Pd., Harry, M.Pd., Adang Sutarsa, S.Ag., Sayuti, MM., serta Adang, S.Ag., M.Pd.I. dan Drs. Nurjaman, M.Pd.

Ketua Pokjawas Madrasah Kabupaten Sumedang, Adang, S.Ag., M.Pd.I., berharap workshop ini dapat menjadi bekal awal bagi kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan dalam menerapkan KMA 1503 Tahun 2025 secara konsisten dan berkelanjutan.

“Melalui workshop ini, kami berharap satuan pendidikan madrasah di Sumedang memiliki pemahaman yang sama dan langkah yang searah dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam,” ujarnya.

Workshop ditutup dengan sesi penegasan dan refleksi hasil kegiatan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut penerapan kebijakan kurikulum baru di madrasah Kabupaten Sumedang.(Rik)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.