RADARSUMEDANG.id, CIMANGGUNG –Warga Dusun Cijarigao, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan dengan modus kurir palsu yang belakangan meresahkan masyarakat.
Salah seorang warga setempat, Sri (30), menjadi korban penipuan paket fiktif yang diantarkan ke rumahnya pada Selasa (7/1/2026) siang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp260 ribu.
Sri menuturkan, peristiwa bermula saat seorang pria tak dikenal mendatangi rumahnya dan mengaku sebagai kurir jasa pengiriman. Pelaku menyerahkan sebuah paket dan menyebut paket tersebut hanya titipan karena nama penerima yang tertera pada alamat tidak berada di tempat.
“Pelaku mengatakan paket harus segera dibayar. Karena pemilik rumah yang tertera di alamat tidak bisa dihubungi, akhirnya saya yang membayarnya,” ujar Sri kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Kecurigaan muncul setelah paket dibuka. Barang yang tertulis dalam keterangan paket berisi kaca visor helm, ternyata justru berisi celana jeans bekas bermerek dalam kondisi rusak dan mengeluarkan bau tidak sedap.
“Isinya celana jeans bekas, kondisinya rusak dan baunya menyengat. Jelas ini penipuan,” ungkapnya.
Sri menambahkan, dirinya bukan satu-satunya korban. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah warga di lingkungan sekitar disebut mengalami kejadian serupa. Kondisi ini pun menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan dinilai merugikan citra jasa kurir resmi.
“Beberapa tetangga juga pernah mengalami hal yang sama. Ini sangat meresahkan warga,” tambahnya.
Korban juga menyebutkan ciri-ciri terduga pelaku, yakni berpenampilan rapi, mengenakan hoodie putih, celana jeans, sepatu, serta selalu menggunakan masker atau buff yang menutupi sebagian wajah.
“Pelaku diduga menggunakan sepeda motor Honda Beat Street berwarna putih keperakan,” jelasnya.
Hingga saat ini, upaya pelacakan terhadap pelaku masih terkendala karena kamera CCTV di sekitar lokasi tidak merekam kejadian tersebut. Warga pun diimbau untuk lebih berhati-hati, memastikan kebenaran paket, serta tidak melakukan pembayaran apabila merasa ragu atau tidak melakukan pemesanan. (tha)





