3.382 Mahasiswa Unpad KKN di 203 Desa Indramayu dan Sumedang, Fokus Kemiskinan dan Sampah

oleh
Sekda Jabar dan Bupati Sumedang saat memakaikan jas almamater yang akan digunakan KKN

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Sebanyak 3.382 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 203 desa yang tersebar di dua kabupaten di Jawa Barat, yakni Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang.

Program KKN tersebut akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, mulai 10 Januari hingga 11 Februari 2026. Fokus utama kegiatan diarahkan pada penanganan kemiskinan serta pengelolaan sampah di tingkat desa.

Pelepasan mahasiswa KKN dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, di halaman Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Jumat (9/1).

Dalam sambutannya, Herman menekankan peran strategis mahasiswa dalam membantu masyarakat keluar dari persoalan kemiskinan.

“Kunci penanggulangan kemiskinan itu ada dua, pendapatan harus ditingkatkan dan beban pengeluaran harus dikurangi. Adik-adik mahasiswa diharapkan mampu mengantarkan masyarakat agar bisa mengakses peluang, meningkatkan pendapatan, sekaligus mengurangi beban pengeluaran,” ujarnya.

Herman menambahkan, meskipun waktu KKN relatif singkat, mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak nyata, terutama melalui penguatan literasi keluarga dan literasi keterampilan hidup atau life skill.

“Bekal pengetahuan itu penting agar masyarakat mampu mandiri dan adaptif terhadap berbagai peluang,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita menyebut KKN sebagai ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami persoalan riil di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Selamat belajar di lokasi KKN. Semoga ilmu yang didapatkan dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” kata Arief.

Ia menjelaskan, mahasiswa KKN akan didampingi oleh 203 dosen pembimbing lapangan dan diterjunkan ke 203 desa di 46 kecamatan. Rinciannya, 157 desa berada di 30 kecamatan di Kabupaten Indramayu, sementara 46 desa lainnya tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Sumedang.

“Seluruh peserta KKN juga telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Melalui program KKN ini, Unpad berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pembangunan berbasis pemberdayaan desa.

Bupati Sumedang, Dr. Dony Ahmad Munir, mengapresiasi Unpad yang kembali memilih Kabupaten Sumedang sebagai lokasi KKN. Ia meyakini kehadiran mahasiswa akan membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Kami mendapat energi dari akademisi yang akan menjadi wahana solutif untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Sumedang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Ia menyatakan Kabupaten Indramayu siap mendukung penuh pelaksanaan KKN Unpad.

“Kami siap secara data dan akan menggerakkan para camat serta kepala desa untuk bekerja sama. Ini kesempatan yang luar biasa,” kata Lucky. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.