Tetap Tenang, Belum Ada Temuan Kasus Super Flu di Sumedang

oleh
Surdi Surdiana.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di wilayah Kabupaten Sumedang. Meski demikian, upaya antisipasi tetap dilakukan guna menjaga kewaspadaan masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, Surdi Surdiana, mengatakan belum ada laporan maupun temuan kasus super flu di Sumedang.

Namun meskipun kondisi masih aman, pihaknya tetap menjalankan langkah-langkah pencegahan sesuai arahan pimpinan. Salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan melalui 35 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui 35 Puskesmas yang ada di Sumedang terkait super flu. Tujuannya agar masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada dalam menghadapi berbagai penyakit, tidak hanya super flu, terutama di musim penghujan,” ujar Surdi, Senin (12/1).

Kata Surdi, Dinkes menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup serta pola hidup sehat.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau demam.

“Jika tetap harus beraktivitas saat sedang sakit, penggunaan masker sangat dianjurkan untuk mencegah penularan kepada orang lain,” katanya.

Terkait super flu, Surdi menjelaskan berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, penyakit tersebut memiliki gejala yang pada dasarnya mirip dengan flu biasa. Namun, super flu diduga merupakan varian baru dengan gejala yang bisa dirasakan lebih berat.

“Pada dasarnya super flu sama dengan flu yang lain. Namun, kemungkinan ini merupakan varian baru dengan gejala yang lebih berat, seperti batuk dan pilek yang intens, demam, serta nyeri badan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Surdi menambahkan bahwa kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian khusus adalah bayi, balita, dan lansia. Sebab, daya tahan tubuh pada kelompok tersebut cenderung lebih rendah, terutama pada lansia yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Kelompok rentan harus lebih diwaspadai agar tidak sampai menimbulkan komplikasi yang lebih serius,” kata Surdi.

Diketahui, super flu merupakan istilah populer yang merujuk pada virus influenza A (H3N2) subclade K, yang belakangan dilaporkan oleh otoritas kesehatan nasional maupun global. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.