PT Kordon Putra Sinergi Tanam 1.000 Pohon, Reklamasi Galian C Gunung Tampomas Dimulai

oleh
REKLAMASI : Penanaman 1.000 pohon di kaki Gunung Tampomas, Rabu (14/1). Penanaman yang diinisiasi perusahaan tambang ini sebagai upaya pemulihan pascatambang.

RADARSUMEDANG.id, Cimalaka – Lahan bekas galian C di kaki Gunung Tampomas, tepatnya di Blok Nyungcung yang berada di wilayah Desa Cibeureum Kulon dan Desa Mandalaherang, Kecamatan Cimalaka, mulai direklamasi. Upaya pemulihan lingkungan itu ditandai dengan penanaman 1.000 bibit pohon sengon, Rabu (14/1).

Kegiatan tersebut diinisiasi perusahaan pertambangan PT Kordon Putra Sinergi sebagai bagian dari program reklamasi pascatambang untuk memulihkan lahan kritis yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai area tambang pasir.

Kepala Engineering sekaligus perwakilan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Kordon Putra Sinergi, Andi Supian Yusuf, mengatakan penanaman pohon dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 sektor pertambangan yang berlangsung dari 12 Januari hingga 12 Februari.

Dengan mengusung tema Aksi Hijau untuk Bumi, kegiatan tersebut menjadi langkah awal reklamasi lahan bekas tambang pasir di kawasan kaki Gunung Tampomas.

“Peringatan Bulan K3 tahun ini tidak hanya difokuskan pada aspek keselamatan kerja, tetapi juga diarahkan pada kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Andi.

Ia menegaskan, setiap aktivitas pertambangan wajib diakhiri dengan program pascatambang berupa reklamasi dan revegetasi lahan, sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan perusahaan.

Menurut Andi, perusahaan ingin menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan tidak semata berkaitan dengan pengambilan sumber daya alam, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memulihkan kondisi lingkungan setelah aktivitas tambang berakhir.

Program reklamasi tersebut, lanjutnya, dirancang sebagai program jangka panjang. Penanaman 1.000 pohon sengon merupakan tahap awal yang ke depan akan ditingkatkan menjadi 2.000 hingga 3.000 pohon secara bertahap, hingga seluruh lahan bekas tambang kembali produktif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Lahan yang kami kelola cukup luas. Di lokasi ini sekitar tiga hektare sudah ditanami, sementara di sisi selatan sebelumnya kami juga telah menanam pohon kelapa. Ke depan, sekitar 10 hektare lahan di bagian belakang akan direklamasi secara bertahap,” katanya.

Selain sengon sebagai tanaman utama, perusahaan juga berencana menanam berbagai jenis tanaman buah sebagai vegetasi sisipan, seperti rambutan, durian, nangka, dan tanaman buah lainnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan penanaman melibatkan unsur pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta aparat kepolisian dan TNI. Keterlibatan lintas unsur tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa pemulihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami mengundang perwakilan desa, kecamatan, kepolisian, dan TNI karena kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi kewajiban perusahaan, tetapi juga membutuhkan partisipasi semua pihak,” tambah Andi.

Sementara itu, salah seorang warga sekaligus pecinta alam, Otong Ruhiana, mengapresiasi langkah PT Kordon Putra Sinergi yang dinilainya menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan sebaiknya bisa menjadi agenda rutin perusahaan. Selain membantu pemulihan lingkungan, ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat, generasi muda, dan komunitas pecinta alam,” ujarnya.

Otong berharap perusahaan dapat terus berkembang dan konsisten menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) demi keberlanjutan ekosistem serta kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, PT Kordon Putra Sinergi juga telah menanam sebanyak 400 bibit pohon kelapa sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjaga keseimbangan lingkungan pascatambang. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.