Menteri Kebudayaan Fadli Zon Terpukau Temuan Fosil Purba di Sumedang

oleh
Kepala Bidang Kebudayan pada Disparbudpora Sumedang, Moch. Budi Akbar saat berbincang dengan Menteri Kebudayan RI Fadli Zon juga Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Jumat (17/1) minggu lalu saat kunjungannya ke Sumedang.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kekayaan sejarah dan kepurbakalaan Kabupaten Sumedang mendapat perhatian khusus dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Hal itu terungkap dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (17/1/2026) lalu.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang, Moch. Budi Akbar, mengatakan kekaguman tersebut muncul saat obrolan ringan antara Menteri Kebudayaan dengan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

“Pak Menteri mengaku baru mengetahui bahwa Sumedang tidak hanya kaya akan sejarah kerajaan dan kolonial Belanda, tetapi juga menyimpan tinggalan kepurbakalaan dari masa prasejarah, bahkan sejak jutaan tahun lalu,” ujar Budi Akbar saat dikonfirmasi Radar Sumedang di ruang kerjanya, Jumat (23/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Sumedang memaparkan secara komprehensif rentang sejarah daerah, mulai dari masa kerajaan, kolonial, hingga peninggalan kepurbakalaan dari zaman Pleistosen atau zaman batu.

Menurut Budi, Sumedang memiliki tinggalan dari berbagai fase kehidupan manusia purba, mulai dari paleolitikum, mesolitikum, hingga neolitikum. Beberapa temuan fosil pun ditunjukkan langsung kepada Menteri Kebudayaan.

“Sejumlah fosil memang selalu saya bawa sebagai bukti validasi bahwa di Sumedang pernah ada kehidupan purba jutaan tahun lalu,” katanya.

Fosil yang diperlihatkan antara lain fosil binatang laut, binatang darat, serta fosil kayu. Salah satu yang paling menarik perhatian Menteri Kebudayaan adalah fosil gigi hiu purba jenis megalodon berukuran sekitar 3×4 sentimeter, serta fosil kerang moluska.

“Menurut Pak Menteri, fosil moluska tersebut diperkirakan berusia lebih dari dua juta tahun. Kehidupan laut dinilai lebih tua dibandingkan temuan fosil gajah purba jenis Stegodon yang ditemukan di wilayah Jembarwangi, yang diperkirakan hidup sekitar satu hingga dua juta tahun lalu,” ungkap Budi.

Ia menambahkan, Menteri Kebudayaan menyampaikan kekagumannya atas bukti bahwa wilayah Sumedang pada masa lampau pernah menjadi bagian dari ekosistem laut dan darat yang mendukung kehidupan purba.

Ke depan, Budi berharap perhatian pemerintah pusat tersebut dapat memperkuat upaya pelestarian, penelitian, serta pemanfaatan situs-situs kepurbakalaan sebagai bagian dari identitas sejarah, sekaligus potensi edukasi dan pariwisata daerah.

“Kunjungan Pak Menteri ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk merumuskan langkah-langkah pemajuan kebudayaan serta pelestarian tinggalan kepurbakalaan di Sumedang,” pungkasnya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.