RADARSUMEDANG.id –– Curah hujan tinggi memaksa Pemerintah Kecamatan Buahdua kembali meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam seperti longsor dan pergerakan tanah.
Camat Buahdua, Kiki Hakiki mengatakan, terhitung mulai pekan ini dirinya meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan longsor Blok Ciberecek, Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya potensi longsor akibat curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir. Terlebih hujan kerap turun selama berjam-jam mulai dari pagi hingga sore hari sehingga potensi bencana alam dapat terjadi.
“Kami sampaikan kepada pengguna jalan Buahdua-Conggeang untuk berhati-hati saat melintas. Apalagi saat ini curah hujan sedang tinggi sehingga dikhawatirkan ada batu yang jatuh dari bukit, maupun longsor,” kata Kiki kepada sejumlah awak media, Rabu (28/1/2026).
Adapun dikatakan Kiki, kondisi alam di jalan tersebut sangat rawan bilamana curah hujan yang tinggi.
“Wilayah Ciberecek ini merupakan daerah rawan longsor. Kondisi alamnya berisiko tinggi, ditambah curah hujan yang cukup tinggi dan sebelumnya pernah terjadi longsor di lokasi ini,” terang Kiki yang telah melakukan kegiatan mitigasi bencana longsor oleh tim gabungan dari Forkopimcam Buahdua ini.
Lebih lanjut sambung Kiki, upaya mitigasi dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisasi risiko bencana yang dapat membahayakan keselamatan warga. Terutama yang melintas atau beraktivitas di sekitar lokasi rawan.
“Kami mengimbau warga untuk waspada apabila melewati daerah tersebut, untuk sementara tidak melaksanakan aktivitas di area rawan longsor,” ujarnya.
Kiki menambahkan, pihak kecamatan terus melakukan pemantauan kondisi wilayah serta berkoordinasi dengan unsur terkait guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
“Kami berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan ini demi keselamatan bersama,” katanya. (jim)







