RADARSUMEDANG.id, KOTA – Seorang remaja putri bernama Pramita Himbar Dinata (13) harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Wirahadikusumah, setelah tak sengaja menelan jarum pentul.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (28/1) sekitar pukul 07.30 WIB di sebuah pesantren di Kecamatan Situraja, Sumedang, tempat Pramita mondok.
Saat itu, Pramita tengah bersiap berangkat sekolah dan memasang hijab. Menurut keterangan korban, jarum pentul sempat diletakkan di bibirnya. Namun, ketika berbincang dengan temannya, jarum tersebut tiba-tiba masuk ke tenggorokan.
“Lagi persiapan mau berangkat sekolah, waktu pasang hijab, jarumnya saya taruh di mulut. Terus ngobrol sama teman, tiba-tiba jarumnya ketelan,” ujar Pramita saat ditemui di ruang Angkrek RSUD Umar Wirahadikusumah, Kamis (29/1).
Siswi kelas III SMP itu sempat berusaha mengeluarkan jarum dengan tangannya. Namun upaya tersebut justru membuat jarum semakin masuk ke dalam saluran pencernaan.
“Sempat mau keambil pakai tangan, cuman malah tambah masuk. Terus kata dokter yang sudah dibawa saja ke rumah sakit,” kata Pramita.
Korban kemudian dibawa ke puskesmas dan klinik terdekat. Namun, tenaga medis tidak mampu mengeluarkan jarum pentul tersebut.
“Perasaannya sempat degdegan, tapi nggak ngerasa sakit,” ujarnya.
Pramita akhirnya dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Umar Wirahadikusumah pada Rabu sekira pukul 16.00 WIB.
Pihak rumah sakit langsung melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Tindakan yang kami lakukan adalah melakukan observasi. Sampai saat ini alhamdulilah kondisi pasien tidak mengkhawatirkan,” kata Humas RSUD Umar Wirahadikusumah, Iman Budiman.
Kata Iman, dari hasil observasi dan foto rontgen, diketahui bahwa jarum pentul sudah berada di bagian bawah saluran pencernaan. Ia juga menjelaskan bahwa tim medis memilih penanganan konservatif dengan pemberian obat untuk memperlancar pencernaan.
“Berdasarkan hasil rontgen, posisi jarum sudah berada di saluran pencernaan bagian bawah. Kami memberikan obat untuk memperlancar pencernaan agar jarum bisa keluar secara alami. Artinya , harapan kami jarum tersebut bisa keluar dengan buang air besar,” ucap Iman.
Sambil menunggu jarum keluar, kondisi Pramita terus dipantau. Setelah dinyatakan stabil, ia diperbolehkan pulang ke rumahnya di Dusun Nyalindung, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Sumedang, pada Kamis sore.
Pihak keluarga dan sekolah diimbau agar lebih berhati-hati dalam penggunaan jarum pentul, terutama di kalangan pelajar, guna menghindari kejadian serupa. (gun)
PERAWATAN : Seorang remaja putri mendapat perawatan di RSUD Umar Wirahadikusumah, usai tidak sengaja menelan jarum pentul, pada Rabu (28/1).







