RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat memaknai malam pertengahan Nisfu Syaban 1447 Hijriah sebagai momentum refleksi spiritual untuk menata kembali hati, memperkuat iman, serta mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Malam Nisfu Syaban tahun ini jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026.
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Barat, H. Ridwan Solichin, SIP, MSi, mengatakan Nisfu Syaban merupakan waktu yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Nisfu Syaban adalah momentum untuk membersihkan hati, memohon ampunan, dan menata kembali niat dalam menjalani kehidupan. Ini menjadi bagian penting dari persiapan spiritual sebelum memasuki bulan Ramadhan,” ujar politisi senior PKS Jawa Barat dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
Kang Rinso, sapaannya, menjelaskan, PKS memanfaatkan momen Nisfu Syaban sebagai bagian dari agenda pembinaan keumatan dan dakwah yang rutin dilakukan, baik di tingkat pusat maupun wilayah. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun kesadaran spiritual yang lebih kuat di kalangan kader dan masyarakat.
Dalam rangka memperingati Nisfu Syaban 1447 H, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS bersama jaringan wilayah dan daerah, termasuk struktur di Jawa Barat dan Jabodetabek, menggelar agenda keumatan di Masjid Al-‘Adalah, Jakarta. Kegiatan tersebut diisi dengan shalat Maghrib berjamaah, doa bersama, serta dzikir Nisfu Syaban.
Menurut Kang Rinso, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan kesiapan mental serta spiritual menjelang Ramadhan.
“Ramadhan membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Karena itu, Nisfu Syaban kami jadikan sebagai pintu masuk untuk membangun kesadaran beribadah, meningkatkan ketaatan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama,” katanya.
Ia menambahkan, peringatan Nisfu Syaban di lingkungan PKS, termasuk di Jawa Barat, merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk menghadirkan dakwah yang menyejukkan serta mendorong umat agar lebih siap menjalani Ramadhan dengan penuh makna.
“Harapannya, Ramadhan nanti tidak hanya dijalani sebagai rutinitas ibadah, tetapi benar-benar menjadi momentum perubahan diri ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.(rik)







