Sport Center Tadjimalela Disulap Jadi Galeri Mural Terbuka

oleh
Para Muralis dari berbagai daerah saat akan menyelesaikan hasil karyanya di tembok Lapangan Cigugur - Sport Center Tadjimalela, Minggu (1/2/2026).

RADARSUMEDANG.id — Seni mural kembali mendapat ruang strategis yang dapat dinikmati dan dinilai oleh masyarakat luas di kawasan Sport Center Tadjimalela, Kabupaten Sumedang.

Melalui Lomba Mural Bupati Cup 2026, Pemerintah Kabupaten Sumedang menghadirkan ruang ekspresi seni sekaligus mempercantik kawasan olahraga yang selama ini menjadi pusat aktivitas publik.

Sebagaimana diketahui, Lapangan Cigugur yang biasa digunakan untuk lari maraton dan atletik memiliki tembok pembatas berwarna putih yang melingkar di sekeliling area.

Meski sebelumnya telah terdapat karya mural di area tribun, pemerintah daerah kembali memberikan perhatian dengan menyelenggarakan lomba mural berskala nasional.

Kawasan Sport Center Tadjimalela pun berubah menjadi ruang ekspresi seni bagi para muralis dari berbagai daerah di Indonesia, Minggu (1/2/2026).

Lomba yang digelar pada 1–7 Februari 2026 ini tidak hanya diikuti muralis lokal, tetapi juga diikuti peserta dari Yogyakarta, Magelang, Semarang, Jakarta, Bekasi, Bandung, hingga Subang.

Kehadiran muralis dari luar daerah tersebut memberikan warna dan perspektif baru dalam menggambarkan identitas serta kekayaan Kabupaten Sumedang.

Nantinya, seluruh sisi tembok Sport Center Tadjimalela akan dipenuhi karya mural yang mengangkat tema sejarah, budaya, olahraga, hingga potensi unggulan daerah.

Salah seorang peserta asal Magelang, Yoyo, mengatakan mural yang ia kerjakan merepresentasikan identitas Sumedang.

Mulai dari Kereta Naga Paksi, Tugu Binokasih, hingga kuliner khas tahu Sumedang yang dibungkus bongsang.

Selain itu, mural tersebut juga menampilkan unggulan olahraga, kemasan batik, serta keragaman hayati Sumedang.

“Pesan yang ingin saya sampaikan melalui mural ini agar masyarakat Sumedang, khususnya generasi muda, tidak melupakan sejarah dan kekayaan daerahnya. Dengan begitu, Sumedang benar-benar bisa membumi,” kata Yoyo kepada sejumlah awak media.

Ia pun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah menggelar lomba mural tingkat nasional.

Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan keseriusan daerah dalam membangun identitas sekaligus mengapresiasi seni rupa.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para pegiat mural dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia menilai lomba mural ini menjadi wadah penting bagi para seniman untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan kreativitas.

“Alhamdulillah para muralis Indonesia hadir di tempat ini. Kehadiran mereka akan menambah warna bagi Sumedang sebagai ruang ekspresi seni,” ujar Bupati Dony.

Menurutnya, karya mural yang dihasilkan bukan sekadar hiasan visual, tetapi sarat makna dan nilai.

Yang mana mural-mural tersebut merupakan karya luar biasa yang lahir dari ide dan gagasan yang disiapkan secara matang serta penuh makna.

Para muralis menggambarkan peradaban Sumedang, mulai dari sejarah, kuliner, olahraga, budaya, hingga keragaman hayati.

“Inilah mural yang bermakna, bermanfaat, dan berdampak, bahkan bisa menjadi pemersatu budaya. Saya mengimbau pengelola kawasan serta masyarakat untuk menjaga dan merawat karya mural yang nantinya sudah selesai,” katanya. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.