Cangkang Telur Jadi Emas Putih, Dosen Uncip Ungkap Potensi Kolagen Halal Bernilai Tinggi

oleh
Proses riset pemanfaatan cangkang telur di laboratorium Universitas Ciputra Surabaya.

RADARSUMEDANG.id – Selama ini cangkang telur kerap dipandang sebelah mata. Setelah isinya dikonsumsi, limbah cangkang biasanya langsung berakhir di tempat sampah.

Padahal, di balik lapisan tipis yang menempel di bagian dalam cangkang telur, tersimpan potensi besar bernilai ekonomi tinggi berupa kolagen halal.

Potensi tersebut berhasil diungkap tim peneliti Universitas Ciputra Surabaya melalui riset pemanfaatan eggshell membrane (ESM), yakni membran tipis pada bagian dalam cangkang telur.

Riset ini digarap oleh tiga dosen Universitas Ciputra Surabaya, Joko Sulistyo, Mitha Ayu Pratama Handojo, dan Agoes Tinus Lis Indrianto, dengan dukungan dua mahasiswa, Belinda Manuela Angkadjaja dan Tuhfah Wikaputra, serta laboran Teknologi Pangan, Amelia Myristi Lolita.

 

Berangkat dari kegelisahan terhadap melimpahnya limbah cangkang telur yang belum dimanfaatkan secara optimal, tim peneliti menemukan bahwa ESM merupakan sumber kolagen berkualitas tinggi.

Potensi ini dinilai sangat menjanjikan untuk dikembangkan di sektor industri pangan, farmasi, hingga kosmetika.

Ketua Tim Peneliti Universitas Ciputra Surabaya, Joko Sulistyo, menjelaskan bahwa ESM mengandung kolagen dan berbagai senyawa bioaktif yang bernilai tinggi.

“Selama ini kolagen komersial banyak bersumber dari sapi, babi, atau ikan, yang tidak selalu memenuhi aspek kehalalan dan keberlanjutan. ESM menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan karena berasal dari limbah, halal, dan bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Kolagen sendiri dikenal luas sebagai komponen penting untuk menjaga kesehatan kulit, sendi, tulang, dan jaringan ikat.

Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat dan perawatan diri, permintaan global terhadap produk berbasis kolagen, khususnya skincare dan suplemen kesehatan, terus meningkat.

Dalam konteks inilah kolagen dari ESM hadir sebagai alternatif strategis.

Tantangan Hilirisasi Riset
Meski memiliki potensi besar, Joko mengakui bahwa pengembangan kolagen ESM tidak berjalan instan.

Tantangan utama terletak pada upaya membawa hasil riset dari skala laboratorium menuju aplikasi industri.

Proses tersebut menuntut kepastian karakter fisikokimia, fungsi, hingga struktur senyawa aktif agar sesuai standar industri.

“Kami harus memastikan semua parameter benar-benar memenuhi kebutuhan industri. Tantangan pendanaan juga menjadi isu krusial untuk mempercepat proses hilirisasi,” katanya.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal riset kolagen ESM dinyatakan lolos dan memperoleh pendanaan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas Kemdiktisaintek dengan skema Riset Sinergi.

Skema ini mendorong kolaborasi antara akademisi dan dunia industri agar inovasi tidak berhenti sebatas publikasi ilmiah.

Dalam implementasinya, tim peneliti Universitas Ciputra Surabaya menggandeng PT Andara Cantika Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang skincare dan serum.

Kolaborasi ini menjadi contoh konkret bagaimana riset berbasis limbah dapat diakselerasi menjadi produk bernilai komersial.

Pengakuan juga datang dari tingkat daerah. Proyek kolagen ESM ini berhasil meraih Inovasi Suroboyo Award 2025 untuk kategori Agribisnis dan Energi Baru Terbarukan, sekaligus menegaskan peran riset berkelanjutan dalam mendorong ekonomi sirkular.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bahwa inovasi berbasis keberlanjutan memiliki masa depan dan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Joko.

Ke depan, pengembangan kolagen ESM akan diperkuat melalui perluasan jejaring hulu hingga hilir.

Pada tahun kedua proyek, 2026, direncanakan kerja sama strategis dengan PT Farming Jaya Bandung sebagai pemasok cangkang telur ayam organik hingga sekitar 3.500 butir per hari.

Pasokan tersebut akan diolah di fasilitas PT Andara Cantika Indonesia di Sidoarjo, membentuk rantai nilai terintegrasi dari limbah peternakan hingga produk kolagen bernilai tinggi yang siap bersaing di industri kosmetika dan kesehatan. (net)

No More Posts Available.

No more pages to load.