RADARSUMEDANG.id, JATIGEDE – Peristiwa tanah longsor terjadi di kawasan objek wisata Waduk Jatigede, di Dusun Ciranggem, Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, Jumat (6/2). Akibat kejadian tersebut, dua bangunan warung dan satu gudang milik warga terdampak, bahkan satu warung hancur terseret longsor hingga ke permukaan pesisir waduk.
Berdasarkan informasi di lokasi, longsoran tanah diperkirakan memiliki tinggi sekitar 35 meter, panjang mencapai 50 meter, dan lebar sekitar 30 meter. Selain itu, pergerakan tanah juga terjadi hingga mencapai area seluas 80 meter.
Pemilik warung, Ujang Suhendi, menuturkan tanda-tanda longsor sebenarnya sudah terlihat sejak dua hari sebelum kejadian. Ia pertama kali melihat retakan tanah di bagian timur sekitar pukul 05.00 WIB.
“Awalnya sedikit-sedikit, semakin lama semakin membesar. Saya lihat ke sebelah timur, kok ada pergerakan tanah,” ujar Ujang, Sabtu (7/2).
Dikatakan, beberapa jam setelah retakan muncul, kerusakan mulai terjadi. Sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, salah satu bangunan warung dan gudang miliknya ambruk akibat pergerakan tanah.
Saat kejadian, Ujang sudah berada di luar bangunan sehingga tidak ada korban jiwa.
“Bangunan yang ambruk adalah warung untuk jualan, dan satunya lagi gudang,” kata Ujang, sambil mengumpulkan sisa bangunan dan perabotan yang bisa diselamatkan.
Kata Ujang, sejumlah barang berharga tidak sempat diselamatkan, di antaranya etalase, peralatan usaha, kulkas, mesin cuci, televisi, serta berbagai perangkat elektronik lainnya. Sementara satu bangunan di bagian barat masih dapat diselamatkan, meski mengalami kerusakan.
“Barang-barang alat elektronik sudah tidak bisa terselamatkan karena terbawa longsor,” ujarnya.
Ujang memperkirakan total kerugian materi akibat longsor tersebut mencapai sekitar Rp45 juta, mencakup dua bangunan beserta isinya.
Pasca kejadian, ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman di bagian atas permukiman.
Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran sekaligus pengingat bagi dirinya. Meski mengaku ikhlas menerima musibah tersebut, Ujang tetap berharap adanya bantuan dari pihak terkait untuk meringankan beban yang dialaminya.
“Dengan kejadian ini mudah-mudahan sebagai peringatan buat saya. Kalau ada pihak-pihak yang bisa membantu ya alhamdulillah. Walaupun tidak ya tidak apa-apa. Ini sudah musibah, cobaan mungkin buat saya,” tuturnya. (gun)






