RADARSUMEDANG.id, BANDUNG BARAT — Momen dialog spontan antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan salah seorang peserta Camp Dai Muda (CDM) & Camp Moslema Teens (CMT) 2026 di Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Lembang menjadi perhatian luas publik setelah tayang di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Video tersebut ditayangkan perdana pada 7 Februari 2026 dan hingga kini telah ditonton sebanyak 217.092 kali, memicu berbagai respons positif dari warganet yang menilai dialog tersebut sarat nilai edukatif, reflektif, sekaligus menghibur.
Dialog itu memperlihatkan interaksi KDM dengan seorang siswi bernama Azkafida Jihan Ara, akrab disapa Azka, peserta CDM–CMT 2026 asal Kabupaten Sumedang. Dalam percakapan santai namun penuh makna, KDM mengajak Azka berdiskusi seputar identitas diri, asal daerah, sekolah, hingga pemahaman nilai keislaman.
Azka memperkenalkan diri sebagai siswi SMA IT Insan Sejahtera Sumedang, berasal dari Desa Cimalaka. Percakapan kemudian berkembang ketika KDM menyoroti makna kata insan dalam nama sekolah Azka dan mengaitkannya dengan konsep ihsan dalam Islam.
Dengan percaya diri, Azka menjelaskan bahwa insan adalah manusia, sedangkan ihsan merupakan tingkatan tertinggi dalam Islam, yakni kondisi ketika manusia berusaha menjalani hidup sebaik-baiknya dengan menyeimbangkan belajar dan ibadah demi meraih keberkahan Allah SWT.

“Belajar tidak cukup jika tidak diiringi ibadah. Dengan belajar dan beribadah, saya berharap bisa mendapatkan keberkahan Allah,” ujar Azka dalam dialog tersebut.
Gaya khas KDM yang komunikatif, penuh humor, dan reflektif membuat suasana dialog cair. Di sela candaan, KDM menyampaikan pesan tentang proses pendewasaan, pentingnya menghadapi kesulitan hidup, disiplin diri, serta membangun hubungan baik dengan orang tua sebagai bagian dari perjalanan menuju kualitas manusia yang lebih baik.
“Kamu sekarang sedang berjalan menuju ihsan. Manusia itu naik tingkat, bukan berhenti,” ungkap KDM.
Dialog tersebut dinilai banyak pihak sebagai contoh pendidikan kontekstual, di mana percakapan ringan mampu membangun kesadaran pelajar tentang tujuan belajar, iman, dan makna kehidupan. Keberanian dan ketenangan Azka dalam berdialog dengan kepala daerah pun mendapat apresiasi dari warganet.
Ajang CDM & CMT 2026 sendiri merupakan kegiatan kemah bakti dan kompetisi inspiratif yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, berlangsung pada 5–7 Februari 2026, dan diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA dari berbagai daerah.
Momen dialog KDM dan Azka tersebut kini menjadi salah satu cuplikan paling berkesan dari rangkaian CDM–CMT 2026, karena tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pendidikan karakter, literasi berpikir, dan nilai kehidupan generasi muda.(rik)





