RADARSUMEDANG.id, TOMO – Warga Dusun Marongge, Desa Marongge, Kecamatan Tomo, digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang sudah tidak bernyawa di bantaran Sungai Cilutung, Kamis (12/2) pagi.
Jenazah pertama kali ditemukan warga yang sedang mencari kayu bakar sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ditemukan, tubuh korban tertimbun material kayu dan serasah daun di pinggir sungai.
Sekretaris Desa Marongge, M. Elon Dahlan Huda, mengatakan korban diperkirakan berusia sekitar 65 tahun.
“Jenazah ditemukan warga yang tengah mencari kayu bakar. Kondisinya tertimbun sampah kayu dan serasah daun di bantaran sungai,” ujarnya.
Diduga, korban merupakan warga yang hanyut saat banjir melanda tiga desa di Kecamatan Tomo beberapa waktu lalu. Sebelum ditemukan, korban sempat terlihat warga berjalan di sekitar bantaran Sungai Cilutung, tepatnya di area tambang pasir.
“Ada warga yang melihat korban lalu-lalang di sekitar tambang pasir. Kalau melihat kronologinya, kemungkinan terbawa arus sungai,” tambah Elon.
Setelah penemuan tersebut, warga segera melapor ke aparat setempat. Proses evakuasi dilakukan bersama petugas TNI dan Polri. Jenazah kemudian dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil identifikasi tenaga kesehatan Puskesmas Tomo bersama tim Inafis Polres Sumedang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat hanyut terbawa arus Sungai Cilutung.
“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan luka akibat kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena hanyut,” jelasnya.
Awalnya, identitas korban belum diketahui karena tidak dikenali warga setempat. Namun setelah dilakukan koordinasi antar pemerintah desa, korban akhirnya teridentifikasi sebagai Rosadi, warga Desa Pasir Muncang, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.
Perangkat Desa Pasir Muncang, Aceng, membenarkan bahwa korban merupakan warganya.
“Betul, itu warga kami atas nama Rosadi,” katanya.
Menurut Aceng, Rosadi diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sehari-hari kerap berjalan hingga ke desa tetangga.
Setelah dikenali dan diserahkan kepada pihak keluarga, jenazah dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama di musim hujan ketika arus sungai cenderung deras. (gun)






