Dilarang Ngabuburit di Jalan Lingkar Utara Jatigede Cisitu, Ini Alasannya!

oleh

RADARSUMEDANG.id — Jalan Lingkar Utara Jatigede yang berada di Kecamatan Cisitu dipastikan tidak akan menjadi spot ngabuburit selama bulan Ramadan.

Pasalnya sebagaimana diketahui, ruas jalan yang membelah perbukitan ini mengalami longsor di salah satu titik yaitu Pasiringkik dan hingga kini ancaman longsor susulan masih menghantui jalur dengan pemandangan yang eksotis itu.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang mendapat laporan tersebut langsung meninjau lokasi. Terlebih material longsor selain menutup akses jalan, juga rawan longsor susulan jika terjadi hujan deras.

“Longsor terjadi lantaran dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis (12/2). Longsoran sempat menutup sebagian badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas,” kata Dony kepada sejumlah awak media, belum lama ini.

Adapun kata dia tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, serta Forkopimcam sempat melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh jajaran yang sudah bergerak cepat menangani longsoran ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, penanganan awal difokuskan pada pembersihan material longsor yang menutup badan jalan.

Akan tetapi pihaknya sepakat, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, Pemerintah Kabupaten Sumedang memutuskan menutup sementara akses Jalan Lingkar Utara.

“Sampai hari Sabtu kemarin sedang dilakukan pembersihan material longsor. Setelah itu, jalan akan ditutup sementara. Curah hujan masih tinggi, sehingga keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” terang Bupati Dony.

Ia menambahkan, petugas akan disiagakan di lokasi untuk memastikan kendaraan tidak melintas selama kondisi jalan belum dinyatakan aman. Selain itu, BPBD juga terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Sumedang telah berkoordinasi dengan Balai Besar Penanganan Jalan wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat guna melakukan penataan kembali lereng serta penguatan struktur jalan di area terdampak.

“Setelah pembersihan selesai, kami akan menindaklanjuti pembangunan kembali lereng dan penataan struktur jalan agar lebih aman dan stabil,” paparnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada selama musim hujan dan mematuhi kebijakan penutupan jalan demi keselamatan bersama.

“Mudah-mudahan penanganan berjalan lancar dan kita semua dijauhkan dari bencana. Kalau dirasa sudah aman maka akan kembali dibuka. Sebab pada prinsipnya, pemerintah wajib menyelematkan jiwa terlebih dahulu,” jelas Dony. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.