RADARSUMEDANG.id — Selama bulan Ramadan, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta kepada segenap orang tua untuk aktif memantau anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aksi perang sarung.
Ia menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mencegah potensi kenakalan remaja yang beresiko mengalami luka-luka.
“Sebagai kepala daerah, saya mengajak semua orang tua untuk memantau anak-anak kita supaya tidak terlibat dan memicu perang sarung,” kata Bupati Dony ditemui di Masjid Agung Sumedang, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, tradisi perang sarung yang awalnya dianggap sebagai permainan biasa di kalangan anak-anak dan remaja ini kerap berkembang menjadi aksi yang berisiko.
Tak jarang, sarung yang digunakan diisi benda keras sehingga dapat memicu emosi hingga berujung tawuran antar kelompok remaja.
“Oleh sebab itu, pengawasan dari orang tua menjadi kunci utama pencegahan. Apalagi, perang sarung bisa menjurus pada tindakan yang membahayakan keselamatan anak-anak itu sendiri maupun orang lain. Kita tahu bagaimana tawuran lebih parah di ramadan itu diawali karena saling serang menggunakan sarung,” ujarnya.
Dony pun mengingatkan para orang tua untuk lebih intens berkomunikasi dengan anak-anak. Terutama pada malam hari setelah salat tarawih hingga menjelang sahur, waktu yang rawan dimanfaatkan untuk berkumpul tanpa pengawasan.
“Bagi para ayah dan ibu tolong ingatkan anak-anaknya, pantau dan ajak bicara anak-anak kita supaya mereka mengerti bahaya perang sarung,” tuturnya.
Selain pengawasan keluarga, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga akan berkoordinasi dengan aparat keamanan dan unsur kewilayahan untuk meningkatkan patroli pada jam-jam rawan.
Ia berharap, Ramadan dapat menjadi momentum pembinaan karakter generasi muda, bukan justru diwarnai aksi yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
“Ramadan adalah bulan ibadah, bulan pembentukan akhlak. Mari kita jaga anak-anak kita agar mengisi waktu dengan kegiatan positif dan bermanfaat,” katanya. (jim)






